Dari Rebel Code hingga Crypto

April 25, 2002

Akhir-akhir ini gue baca buku kayak orang gile. Abis ngelarin \’rebel code\’ karangan glyn moody, tentang sejarah linux hingga sekarang, lanjut dengan just for fun, otobiografi linus. Bacanya juga tiap nganggur. Nongkrong di toilet juga gue bawa.

Abis itu empat buku langsung aku baca bolak balik dalam satu waktu. Buku satu, baca beberapa halaman, bosen, buka buku dua. Atau buku empat. Jadi di kamar, gue buka langsung empat buku hehehe.. keder. Tapi gue puas, karena saling melengkapi. Cross reference dah..

Buku pertama \’Computer science, a preview\’ dapet di brighton waktu itu di buku bekas. Bukunya buagus..terbitan adisson wesley, karangan brookshears. Buku ke dua, C Programming, karangan Kernighan dan Denis Ritchie. Buku klasik gue pinjem dari library. Buku ke 3, linux programming by example, karangan knut wall or something. Ini gue pinjem juga di library deket kantor. Buku terakhir, linux socket programming. Lupa pengarangnya. Kalo ini gue beli di pasar komputer. Itu kalau di rumah hehe..

Kalau jalan, di tas gue ada dua buku. Satu Crypto, karangan Steven Levi. Satu lagi \’hacker ethic\’ karangan pekka himanen. Gue baca ngacak juga di kereta.

Dan tahu hasilnya? Pala pening..dan kalau diri kunang-kunang… heheh.

Fuzzy Logic

April 22, 2002

Lagi sibuk nyiapin installer..bikin bete..pan kapan bikin ndiri hehehe..

Selain itu baca buku fuzzy logic, lumayan bagus. Semakin fuzzy, semakin smart. Fuzzy berarti multivalen, tidak hanya hitam putih, 0 atau 1, yang ada cuma degree. Dicontohkan bagaimana jepang menerapkan fuzzy logic ini untuk alatnya, seperti mesin cuci yang gak cuma pencuci dan pengering, tapi ada fuzziness, dimana pengguna bisa milih jenis pakaian, waktu, dan sebagainya. Grey area. Buku ini banyak mengutip relativitasnya einstein dan pikiran2 Bertrand Russel yang menggunakan istilah \’vague\’ untuk fuzziness.

Selain itu gue capek.. Capek dengan idealisme gue sendiri.. dengan visi-visi yang seterang kabut. Keep it real. ah kebanyakan begadang kali..

Cukupnya Richard Stallman

April 10, 2002

Masih tentang kata-kata cukup, tahukah Anda riwayat hidup Richard Stallman? Dia masuk Lab Artificial Intelegence MIT tahun 1971. Kerjanya ngoprek Digital PDP-10, hingga menelorkan Emacs tahun 1975. Tahun 80-an ada perpecahan antar hacker di AI Labs, karena masing-masing pengen bikin usaha sendiri. Yang satu didirikan oleh Richard Greenblatt, desainer LISP, dengan nama LMI (Lisp Machine Incorporated), a hacker company. Sementara yang lain mendirikan Symbollics. Stallman merasa terkucil karena nggak ikutan. Karena pusing porting aplikasi yang cocok untuk keduanya, dia putuskan untuk bikin OS sendiri yang bebas.

GNU terbentuk secara formal di Januari 1984, dengan program pertama bison. Daripada memulai dengan Operating System, Stallman memilih untuk membangun aplikasi-aplikasi pelengkapnya dulu. Meskipun berhenti dari MIT dan fokus di GNU, Stallman tetap diperbolehkan memakai komputer dan tidur di kamarnya yang lama di lab AI MIT 545 Tech Square.

Di tahun 1990, dia memperoleh uang dari McArthur Foundation fellowship, $230,000. Ia investasikan uang itu di sebuah mutual fund, sehingga dia dapat hidup selamanya tanpa harus pusing dengan pendapatan. Dia tidak punya mobil. Dia bilang;\”Saya nggak ingin punya rumah. Saya nggak ingin menghabiskan banyak uang. Jika Anda menghabiskan banyak uang, maka Anda akan diperbudak untuk memperoleh banyak uang. Dan uang akan mengontrol hidup Anda\”.

Begitulah. Dia menggambarkan dirinya sebagai orang suci – Saint IGNUcius, dengan jubah dan laptop Toshiba kemana-mana (terutama saat memberikan ceramah). Eric Raymond ngatain Stallman mengidap penyakit Jesus Complex hehehe.. Stallman cuma ketawa. Bahkan Jeremmy Allison, komandannya Samba, pernah mengirim patch gcc kepada Stallman, dan ditolak. Apa Jeremmy bilang? \”Wah rasanya seperti mendapat penolakan dari Tuhan\” hehehe.. Aneh-aneh aja yee.

Moral dari cerita ini adalah… bahwa cukup itu adalah cukup. hehehe.. Cak Nun bilang, manusia yang paling bijaksana adalah manusia yang mengerti apa arti cukup. Atau inget buku Kuliah Tauhid yang aku dapet di pasar senen jaman dulu, kita harus memerdekakan diri dari Tuhan-tuhan temporer. Tuhan ego. Tuhan duit. Tuhan kekuasaan. maap ngelantur.. sengaja hehehe :). Tutup dulu yah.. ngoprek lagi nyoookkk..’

Kekerasan yang Memesona

April 8, 2002

dari sajaknya rendra,

kekerasan sudah mulai mempesona orang
bajingan dilawan secara bajingan

Kekerasan struktural yang diwariskan pemerintah jaman dulu, mungkin telah tertuai hasilnya (meskipun masih menyisakan banyak benihnya). Tadinya gue berharap di komunitas IT, dimana pelakunya relatif \’elit\’ dan \’pinter\’ akan ada kesejukan, atau hawa perubahan. Geuningan sarua kenehhh.. terpesona dengan kekerasan dan caci maki, ngabulatuk tanpa dipikir dulu, Hehe.. itu yang ada di otak gue setelah hampir setahun setengah ikut beberapa milis \’IT Policy\’ Indonesia.

Gimane yee..caranye selametin generasi adek gue.. atau generasi anak gue kali yahh.. biar tenggelam dalam nilai-nilai kesejukan, egalitarian, akal sehat, dan jadi agen perubahan yang konsisten menggusur yang tua, kaku, mampet.. yah gitu deh.. namanya juga berimajinasi..