Saya Mau Menulis Tentang Buku

March 4, 2008

Buku adalah guru yang tak pernah marah. Begitu kata tagline sebuah toko buku di kota Salatiga yang selalu teringat. Atau seperti Al Ghazali bilang, semua bisa dipelajari dengan membaca buku. Memang, buku adalah kumpulan pengalaman orang lain, baik yang terstruktur seperti buku pengetahuan maupun yang bebas seperti fiksi. Dengan mengetahui pengalaman orang lain, mungkin kita bisa terbawa ke dalamnya sehingga apa yang ada di otak atau perasaan penulis bisa pindah ke pembaca.

Begitu hebatnya buku, sehingga bisa mengubah mindset. Ini yang mau saya tulis. Buku yang bagus adalah buku yang mengubah mindset. Tentu saja perubahan ini tidak sama bagi setiap orang dan setiap buku. Menurut saya ini seperti ‘dihembuskan’ sehingga saat membaca kata per kata, seperti memperoleh suatu.. err.. ilham?

Buku yang mempengaruhi biasanya juga berbahasa sederhana. Biasanya semakin canggih seseorang, bahasanya mendekati kesederhanaan. Sehingga mudah dicerna oleh siapa saja. Seolah-olah setelah membaca.. hmm.. iya ya.. kenapa nggak kepikir. Atau.. sebetulnya selama ini saya paham, tapi setelah membaca tulisan ini, semua jadi lebih jelas (ah ilham lagi.. bosen).

Ada beberapa buku yang cukup berpengaruh buat saya. Saya tulis mungkin bermanfaat.

  1. Classic DruckerĀ  Peter Drucker Wisdom from Peter Drucker from the Pages of Harvard Business Review. Buku manajemen terbaik yang pernah saya baca. Dari penemunya manajemen.
  2. Misykat Al Anwar – Al Ghazali. Menghadirkan suatu kesadaran, entah apa. Pada dasarnya setiap tulisan Al Ghazali adalah masterpiece.
  3. Berguru Kepada Allah – Abu Sangkan. Jawaban terhadap semua pertanyaan yang mengganggu, kenapa saya bosan dan cape sholat? Akhirnya saya bisa bertemu beliau setiap bulan, dan berguru bersama puluhan orang lainnya.
  4. Millionaire on You – Lebouf.. aduh saya lupa namanya. Tipsnya tentang bagaimana memperoleh kesejahteraan sangat gamblang dan sistematis. Setelah saya baca yang kedua kali, baru dapat ilham.. lagi.
  5. Sistematika Filsafat – Sidi Gazalba. Buku filsafat tersingkat, terpadat dan terbaik.
  6. Cerita dari Blora – Pramoedya Ananta Toer, mengiris perasaan. Semua karya Pram sangat liris.

Itu dulu. Ada banyak lagi yang lain. Penting nggak sih?