Beberapa Cukilan Model Usaha

October 31, 2008

Saat ingin memulai usaha sendiri, terutama yang baru mulai dengan modal uang pas-pasang dan segunung nekad, ada beberapa hal yang mungkin bisa direnungkan.

  1. Menciptakan sistem atau menceburkan diri ke dalam sistem?
    Buat pengagum Kiyosaki tentu masih ingat kisah tentang proyek pengadaan air bersih di sebuah desa. Ada dua kontraktor. Yang satu menyanggupi saat itu juga, dengan harga relatif mahal. Sementara satu lagi memberikan jangka waktu lama tapi lebih murah. Kontraktor satu langsung membeli ember dan mengangkut air dari lembah yang memang air berlimpah. Saat kebutuhan naik, si kontraktor menambah ember-embernya. Lalu kontraktor satu lagi pergi ke kota dan membeli pipa. Lalu dicarinya sumber air di perbukitan dan disalurkan lewat pipa-pipa ke desa.

    Keduanya sama-sama berusaha memberikan air bersih kepada masyarakat, tapi ada yang beda. Kontraktor 1 menceburkan diri ke dalam sistem. Jika dia sakit, air tidak akan terangkut dan dia kehilangan pendapatan. Jika kebutuhan meningkat, dia harus menyewa pembantu, dan dia harus mengatur pembantu-pembantunya agar air terangkat dengan baik. Pada satu titik, dia terjebak di bidang usahanya. Sedangkan kontraktor dua, begitu air mengalir lewat pipa, mengalirlah terus. Kalau dia sakit, air tetap mengalir. Pendapatan tetap berjalan. Memang di satu titik, kontraktor satu dapat saja menciptakan sistem dengan merekrut orang-orang pengangkut air, serta merekrut seorang mandor untuk mengawasinya. Tapi untuk sampai ke tahap itu, prosesnya lama dan jarang orang bisa keluar dari sistem sehingga usaha dapat berjalan tanpa adanya dirinya. Lagipula, semakin besar mengejar profit, semakin besar pula skala usahanya, yang berarti semakin kompleks. Sedangkan pada kontraktor 1 lagi, penambahan request cukup dengan penambahan pipa.

    Saya sering curhat kepada teman tentang hal ini. Pertanyaannya mudah saja, jika saya memutuskan untuk ekspedisi ke everest selama 3 bulan, apakah usaha saya masih dapat berjalan?

  2. Uang kecil seminggu sekali atau uang besar tapi setahun sekali?
    Dalam memilih bentuk usaha, juga harus dikenali bagaimana menghasilkan uang. Biasanya semakin mahal barang yang dijual, lakunya semakin jarang. Tapi sekali laku bisa dipakai untuk hidup setahun.

    Sebagai pemula, dan dengan modal relatif kecil, bentuk uang kecil seminggu sekali lebih baik daripada uang besar tapi setahun sekali. Dalam perusahaan, kelancaran uang keluar dan masuk seperti lalu lintas darah di tubuh. Sekali tersendat, bisa semaput. Kecuali kalau punya stok darah yang cukup kuat. Kebanyakan usaha kecil tidak punya.

Itu menurut saya dua elemen yang sangat penting untuk ditanyakan kembali dan kembali pada saat akan memulai usaha, apapun bentuknya. Atau pada saat usaha itu berjalan. hmm serius pisan ei..

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*