Mereka yang terlupakan

February 20, 2009

anakjalananTuan, malam ini saya lihat di tivi. Katanya seorang anak tanggung, SD kelas tiga mungkin. Ia meninggal terseret truk. Mayatnya tidak dikenal hingga keesokan harinya. Ternyata dia adalah salah seorang anak jalanan, yang dikenali oleh bapak singgahnya. Anak yang semasa hidupnya menabung untuk beli tivi buat emaknya. Emak yang entah karena kesulitan ekonomi, atau kesengajaan membiarkannya terdidik di jalanan. Dan menjemput maut di jalanan.

Saya ingat narasi panjangnya Pramoedya. Orang-orang yang dipenjara. Terlupakan lalu mati. Tak sempat dicatat oleh sejarah. Tak sempat ditangisi oleh sanak saudara. Mereka mati begitu saja. Padahal ibunya sudah mengandungnya selama sembilan bulan sepuluh hari. Padahal dia adalah benih pilihan, setelah berjuang melawan jutaan sperma lain yang mati sebelum hidup.

There is no accident, ujar Mr Oogway.  Tidak ada kesia-siaan. Every existence has its own purpose, begitu kata Morpheus (kalau nggak salah). Apa tugas mereka? Apakah hanya menjadi kisah yang tertulis di blog nggak mutu ini? Ataukah tamparan bagi muka-muka cengeng yang selalu mengeluh?

Selamat jalan kawan-kawan yang tak pernah aku kenal. Tak pernah muncul di satu buku sejarahpun. Tak ada seorangpun yang menangisi kematian kalian. Duniapun tidak kehilangan kalian. Aku sampaikan salammu buat siapa saja yang merasa mengalami hari yang buruk.

Tags

Open Social Network

February 17, 2009

Jejaring SosialMencari platform open social networking yang mau dipakai untuk produk di Ocentrum, saya mencoba beberapa platform:

  1. Elgg

    Kelihatannya ini platform yang paling ideal. Dibuat menggunakan PHP5, dengan fungsi-fungsi yang sederhana. Memang ditujukan untuk itu. Agar bisa dikembangkan. Sebagai platform dasar, elgg menjalankan tugasnya dengan baik. Bisa override fungsi seperti Drupal, sehingga tidak perlu otak-atik core-nya untuk mengganti sesuatu. Ini agar bisa diupgrade tanpa mengganggu situs produksi. Banyak fungsinya yang spesifik PHP5 membuat saya harus buka kebetan lagi. Kelemahannya satu, dokumentasinya masih sedikit, dan plugin komunitasnya belum terlalu banyak (halah, sudah gratis minta slamet). Lisensinya juga GPL

  2. PHPIzabi

    Ini sudah lama dicoba. Kelemahannya ada di lisensinya, yang sangat terbatas. Dan source codenya tidak terlalu rapi.

  3. iSocial

    Belum sempat coba. Tapi kelihatannya cukup menjanjikan. Lisensinya GPL.

  4. Spree

    Lebih ke sharing knowledge. Mungkin cocok untuk helpdesk Linux.

Baru itu cobanya. Ada juga yang berplatform RoR, Insoshi. Kelihatan simpel dan mirip aplikasi bikinan 37signals. Tapi sekarang belum waktunya belajar bahasa baru.

Sebelumnya sudah oprek Drupal. Tapi terlalu banyak effortnya, dan terlalu kompleks modul yang dilibatkan. Akhirnya, menggunakan Elgg. Saat ini masih coba modifikasi hingga sesuai dengan yang diinginkan.

Utamakan Kenyang.. eh Lapar

February 16, 2009

eatingMenjaga rasa lapar memiliki banyak keutamaan. Dalam islam, Tuhan telah memerintahkan puasa sebagai salah satu pilar agama untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Nabi juga menegaskan bahwa cukuplah makanan bagi umat Muhammad untuk menjaga tegaknya tulang sulbi. Asal masih kuat beraktivitas, itu sudah cukup. Ali, salah seorang sahabat nabi, menyampaikan bahwa ‘menjaga perut tetap dalam kondisi lapar/tidak kenyang’ adalah salah satu cara menjaga hati. Tips ini dikenal lewat lagi ‘tombo ati’ atau obat hati.

Berikut beberapa keutamaan lapar (dari Al Ghazali, tapi saya lupa redaksi/point pasnya. Hanya mengandalkan daya ingat):

  1. Tidak malas. Perut kenyang biasanya diikuti oleh mata ngantuk. Kalau lapar, selalu waspada, giat dan lebih produktif.
  2. Menajamkan empati. Kalau ada orang kesulitan, kita bisa lebih berempati jika perut kita lapar.
  3. Menjaga jarak dari dunia. Biar tidak terlalu larut dalam permainan. Larut? Gula kali..
  4. Mendekatkan diri kepada Tuhan (wah kalau ini tergantung niat. Kalau untuk diet mah, lain lagi).

Semua jenis makanan kalau sudah melewati tenggorokan, rasanya sama saja. Begitu menurut seorang penggali kubur. Benar juga ya.. Tapi kelezatan makanan, meskipun hanya di lidah dan direspons ke otak, bagaimanapun juga adalah anugrah ketuhanan yang patut dinikmati, betul?

Emas

February 13, 2009

Cerita ini saya adopsi dari komik Karung Mutiara Al Ghazali.

Seorang lelaki berteman dengan Nabi Isa bin Maryam.

“Aku bersamamu dan menemanimu,” sabda Nabi Isa. Lalu mereka berjalan hingga tiba di sebuah sungai. Merekapun duduk untuk sarapan.

Mereka mempunyai tiga roti, tapi hanya ada dua yang dimakan, sementara roti ketiga masih utuh. Nabi Isa menuju sungai untuk minum. Sekembalinya dari sungai, beliau tidak menemukan roti ketiga.

“Siapa yang mengambil roti?”, tanya nabi Isa.

“Aku tak tahu,” jawab temannya sambil menggeleng.

Mereka lalu berjalan lagi. Di tengah hutan, tampak seekor kijang betina dan dua ekor anaknya. Nabi Isa membawa satu anak kijang dan menyembelihnya. Mereka memanggang dan memakannya bersama. Setelah selesai makan, bersabdalah Nabi Isa. read more …

Masalah dengan Google Apps (Terutama Email)

February 11, 2009

Lagi pengen ngomong sedikit teknis. Google telah lama menyediakan Google Apps, di mana salah satu fitur favoritnya adalah email (aka Gmail). Intinya kita bisa punya alamat email domain kita sendiri, dan menggunakan enginenya Gmail. Rimbalinux, Ocentrum, dan Indobizweb adalah salah tiga penggunanya yang saya daftarin. Cool apps. Reliabel dan gratis.

Masalahnya adalah jika hosting kita menggunakan postfix dan kita ingin mengirimkan email ke domain yang masih dalam satu hosting. Misalnya saya langganan hosting Indobizweb, lalu  di dalam hostingnya ada domain:

  1. rimbalinux.com
  2. ocentrum.com
  3. dan indobizweb.com.

Misal saya kirim dari asofyan [at] ocentrum.com ke support [at] indobizweb.com, lewat SMTP-nya Ocentrum yang berada di server indobizweb.  Maka postfix pada saat mengirimkan email, dia akan menganggap bahwa indobizweb.com adalah domain local. Sehingga postfix tidak akan mencari ke MX, tapi otomatis akan dikirim ke local mailbox domain indobizweb. Dengan kata lain meskipun kita sudah membuat alamat email via Google Apps, namun karena postfix mengirimnya ke local, maka mailbox kita dianggap tidak ada.

Gimana cara mengatasinya? Ini sedikit teori:

  1. Buat satu account place holder di Gmail (karena filternya cukup mudah dibuat), yang menampung semua email tumpahan. Misal: ocentrum[at]gmail.com
  2. Mailbox yang sudah dibuat di Google Apps, dibuat juga di local mailbox. Misal: support[at]ocentrum.com
  3. Support[at]ocentrum.com di local mailbox ini diforward ke ocentrum[at]gmail.com
  4. Di akun ocentrum[at]gmail.com dibuat satu filter, di mana email yang datang yang ditujukan ke support[at]ocentrum.com akan diforward kembali ke support[at]ocentrum.com (dalam hal ini akan lari ke mailbox yang ada di Google Apps).

Kira-kira begitu. Bingung nggak sih? Abstrak banget ya.. mungkin kalau ada yang berkenan membuatkan diagram akan sangat membantu hehehe.. *taichi*