Utamakan Kenyang.. eh Lapar

eatingMenjaga rasa lapar memiliki banyak keutamaan. Dalam islam, Tuhan telah memerintahkan puasa sebagai salah satu pilar agama untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Nabi juga menegaskan bahwa cukuplah makanan bagi umat Muhammad untuk menjaga tegaknya tulang sulbi. Asal masih kuat beraktivitas, itu sudah cukup. Ali, salah seorang sahabat nabi, menyampaikan bahwa ‘menjaga perut tetap dalam kondisi lapar/tidak kenyang’ adalah salah satu cara menjaga hati. Tips ini dikenal lewat lagi ‘tombo ati’ atau obat hati.

Berikut beberapa keutamaan lapar (dari Al Ghazali, tapi saya lupa redaksi/point pasnya. Hanya mengandalkan daya ingat):

  1. Tidak malas. Perut kenyang biasanya diikuti oleh mata ngantuk. Kalau lapar, selalu waspada, giat dan lebih produktif.
  2. Menajamkan empati. Kalau ada orang kesulitan, kita bisa lebih berempati jika perut kita lapar.
  3. Menjaga jarak dari dunia. Biar tidak terlalu larut dalam permainan. Larut? Gula kali..
  4. Mendekatkan diri kepada Tuhan (wah kalau ini tergantung niat. Kalau untuk diet mah, lain lagi).

Semua jenis makanan kalau sudah melewati tenggorokan, rasanya sama saja. Begitu menurut seorang penggali kubur. Benar juga ya.. Tapi kelezatan makanan, meskipun hanya di lidah dan direspons ke otak, bagaimanapun juga adalah anugrah ketuhanan yang patut dinikmati, betul?

2 thoughts on “Utamakan Kenyang.. eh Lapar”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *