Konsentrasi Mahal Harganya

September 8, 2009

konsentrasiSeringkali saat ingin melakukan sesuatu, di perjalanan melakukan hal lain. Banyak aktivitas yang nggak perlu. Gerakan tambahan. Pagi dari rumah berangkat ke kantor, niat udah mau menyelesaikan dokumen. Baru membuka dokumen, ingat masih ada satu email yang belum di balas kemarin. Dibukalah email. Ternyata ada pemberitahuan dari Facebook, seseorang berkomentar terhadap status yang kita set bulan lalu. Komentarnya lucu. Sayang kalau nggak ditimpalin.

Kemudian dibukalah tab baru di browser, membuka facebook. Di sana ada beberapa teman lama yang meminta pertemanan. Jadilah kita melihat-lihat fotonya sambil mengenang masa lalu. Tak terasa sudah 2 jam lebih. Bagaimana bisa keluar dari lingkar jebakan betmen ini? Begitu banyak waktu yang terpakai untuk hal-hal yang tidak direncanakan. Hal-hal yang relatif tidak perlu. Toh rileks itu perlu, tapi semua ada waktunya. Dan disiplin menjadi hal yang pokok.

Ada beberapa penyebab, dari pengalaman yang mungkin bermanfaat.

Tidak ada rencana
Banyaknya gerakan tambahan karena tidak ada rencana. Lihat bagaimana nanti. Nggak tahu apa yang mau dikerjain.

Terlalu banyak rencana
Khas pekerja kantoran, biasanya memulai hari dengan ‘banyak hal yang harus diselesaikan sekarang’. Mencoba menyelesaikan semua, malah nggak selesai semua.

Was-was
Khawatir terhadap sesuatu juga memecah konsentrasi kita. Gajian terlambat, keluarga yang sakit, akan membuat kehilangan konsentrasi.

Terlalu tegang
Mungkin dikejar deadline. Bosnya galak. Pengennya cepet kelar, malah nggak selesai-selesai karena dibebani ketegangan.

Terlalu banyak nonton tipi, pindah-pindah channel
Ini masih debatable. Tapi nonton tipi sambil pegang remote, pindah-pindah channel, membuat otak kita terbiasa ganti-ganti topik. Sehingga kalau mikir loncat-loncat. Bicarapun loncat-loncat.  Mengembara tak ada ujung.

Lalu bagaimana ngatasinnya? Mudah. Dibalik aja point-point di atas. Bikin satu rencana dalam satu waktu. To do list isinya satu saja. Dan jangan kerjakan yang lain sebelum itu dihapus/done. Tenang, ibadah yang khusyu, biar hilang was-was atau khawatir. Rileks. Kalau perlu relaksasi di bantu oleh suasana khusus. Nggak usah nonton tipi. Atau kalau nonton, satu aja. Jelek acaranya? Matiin.

Tulisan iseng, mudah-mudahan bermanfaat.

5 Comments
kenya
November 19, 2009 @ 4:21 pm

hihihihihi.. bisa aja nih um sofyan..
kalo aku sih mgkn terlalu tegang, bos galaknya poooolll.. qeqeqeqe
ama terlalu banyak nonton tipi, pindah-2 channel. salahkan tipi kabel dong! ^_^

dindan
December 15, 2009 @ 5:59 pm

makasih tips nya! 🙂

dei
January 12, 2010 @ 6:41 am

dan aku sudah belok ke blog ini … 😀
padahal tadi dah mau restart ubuntku, untuk suatu hal ..

yg jalas, aku selalu ingat petuah Bapak,
konsisten itu mahal .. 😀

peace ah …

supray
January 18, 2010 @ 3:34 pm

ehem, ehem, ehem, Kayaknya pengalaman pribadi si Bos nich, hehehe.

February 6, 2010 @ 11:52 pm

thanks for tips bro…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*