Drupal 6 ke Drupal 7

March 8, 2012

Beberapa catatan singkat dari Drupal 6 ke Drupal 7:

  1. File attachment dihilangkan. Sebagai gantinya, CCK masuk ke dalam core (harusnya Drupal melakukan ini sejak lama), dan file field type sudah ada di dalamnya. Jadi diganti dengan itu. Jika ingin menambahkan lebih dari satu attachment, bisa diset di jumlah maksimal filenya (maksimal ada 10). Uniknya, tidak seperti di Drupal 6 yang jika diisi lebih dari satu, semua field tampil berjejer (misalnya field type image, maksimal 3, maka di form entrian akan muncul 3 field langsung), tapi seperti upload module yang bisa menambahkan setelah file sebelumnya terupload.
  2. Password tidak lagi menggunakan md5. Jadi kalau lupa password, tidak bisa diganti langsung via md5 di MySQL, melainkan harus digenerate ulang hashnya. Cara membuat ulang passwordnya dengan program ‘password-hash.sh’ yang ada di folder script di instalasi Drupal 7 Anda.

    <drupal_instal_dir>/scripts/password-hash.sh 'password-baru' <drupal_instal_dir>

  3. Koneksi dari taxonomy ke content type, tidak diset dari taxonomy, melainkan disambungkan lewat CCK, dengan penambahan field bertipe ‘Term Reference’

Update 9 Maret 2012

  1. Untuk menampilkan form registrasi pada node, jika diDrupal 6 cukup dengan memanggil:

    print drupal_get_form('user_register')
    maka di Drupal 7, dipanggil dengan

    print drupal_render(drupal_get_form('user_register_form'))

     

  2. Pada template region, Drupal 6 langsung memanggil variabel nama region, dan langsung mencetaknya di layar. Misalnya untuk region $sidebarleft, di Drupal 6 cukup diprint $sidebarleft

    sedangkan Di Drupal 7, dipanggil dengan

    render($page['sidebar_first'])

    Untuk penamaan variabel ini bisa melihat template-template yang ada (Bartik sebagai template baku)

Begitu dulu catatan singkatnya. Jika ketemu yang lain akan saya update posting ini.

Simpleology

March 4, 2012

Ilmu simpleology sebetulnya mudah saja. Cuma tidak banyak orang yang benar-benar sadar, atau melakukan hal ini:

  1. Antara titik Anda berdiri dan Titik tujuan Anda, hanya ada satu garis lurus. Setiap percabangan adalah sia-sia. Jadi tetapkan tujuan Anda, dan lakukan hingga selesai. Saat gelas di depan meja Anda, dan Anda minum, ada banyak cara. Memerintahkan orang untuk mengambilnya. Meneriaki minuman itu agar loncat ke tenggorokan Anda. Memberikan dia motivasi agar mau dengan sukarela masuk ke mulut Anda. Atau Anda berdiri dan meminumnya.
  2. Buat visi yang jelas tentang tujuan Anda. Visi ini membantu arah gerakan Anda. Visi yang tidak jelas, seperti tujuan yang tidak jelas. Kenapa hari saya ngantor? Kenapa saya mengerjakan ini? Orang seringkali pergi ke kantor tanpa tahu tujuannya. Atau melamun tidak jelas. Atau berdiri di suatu tempat, dan terbengong, bingung kenapa dia berdiri disitu saat itu. Atau tidak peduli sama sekali. Tujuan yang jelas, seperti gambar yang terlihat apik detailnya. Kesanalah tujuan. Kesanalah bayang-bayang itu menuntun. Pastikan apa yang Anda lakukan berada di satu garis lurus antara Anda dengan tujuan.
  3. Kerjakan satu hal dalam satu waktu. Kecilkan bidikan Anda. Seorang pemanah tidak mungkin melemparkan 20 anak panah dan 20 bidikan dalam satu waktu. Sebilah pisau, lebih tajam daripada sendok, karena pisau memusatkan energinya pada bidang yang lebih kecil (bidang yang paling tajam, yang digunakan untuk mengiris).

Point di atas, diambil dari buku simple-ology karangan Mark Joyner. Buku seharga 10 ribu di tumpukan buku nggak laku di salah satu ritel buku terkenal.