Dekat

October 25, 2013

Manusia seperti bawang
berlapis-lapis
paling luar, lapis pergaulan
di bawahnya, lapis keintiman
lebih dalam lagi, lapis manifestasi diri
lalu lapis munajat dan
lapis kata hati

Kata hati, lapis terdalam
hati manusia dengan Tuhannya

detik ini, satu rahasia
Hatiku rindu Tuhanku

Maha Suci
Maha Pembolak Balik Hati
Maha Pemegang Nasib

Aku ingin dekat dengan-Nya
lebih dari keinginan setiap manusia biasa mendekat
Ia beritahuku, lebih dekat dari urat nadi leherku
Jika ku berjalan, Ia akan berlari hampiri

Mengapa hati ini tak sampai pada-Mu

Tags

Kecanduan Media Sosial

October 10, 2013

Saya kecanduan gadget. Bukan ingin membeli gadget baru. Tapi setiap bangun tidur, yang pertama kali dipegang adalah blackberry. Mencari kabar di BBM. Mencari kabar di facebook. Mencari tulisan di twitter. Skroll ke bawah, skroll ke atas. Tidak ada apa-apa. Tapi rasanya puas setelah beberapa saat membaca-bacanya. Entah sepuluh menit. Dua puluh menit. Kadang, selesai mandi, tengok lagi kabar dari Internet. Macet. Menunggu. Seolah-olah ada yang kurang. Otak ini memaksa saya untuk membukanya tanpa bisa dikendalikan. Bahkan di kamar pun, sebelum tidur, reflek yang diambil gadget, membaca-baca hingga ngantuk.

Namun setelah saya fikir kembali, bukanlah gadget yang membuat saya kecanduan. Tapi apa yang ada di dalamnya. Media Sosial. read more …

Ada Udang Dibalik Batu

October 4, 2013

Kita hidup dalam masyarakat yang dipenuhi dengan lapisan. Setiap kali ada sesuatu yang menghampiri kita, ada maksud yang tersembunyi. Misalnya, seseorang yang membantu parkir, atau teman lama yang tak pernah mengontak tiba-tiba menyapa. Dia membantu karena menginginkan uang. Teman mengontak karena ingin menjual asuransi. Sehingga, kita asing dengan ketulusan.  read more …

Rindu

October 1, 2013

Aku merindukanmu. Laki-laki berhati lembut. Yang tatapan matanya hingga akhirat. Yang tak pernah sedikitpun terpengaruh, terhadap apapun yang ada di dunia. Yang selalu memaafkan. Yang tidak pernah berkata kasar. Yang selalu mesra dengan istrinya. Yang tangguh di medan laga. Yang mengganjal perutnya ketika lapar. Yang memberikan sendalnya karena sendal itu sempat menyelinap dalam sholatnya.

Aku yang menghabiskan waktu sangat sedikit mengikuti perilakumu. Aku ingin sepertimu, sebagai manusia biasa yang pemaaf dan bertutur kata halus. Yang selalu memikirkan orang-orang disekitarmu. Tapi karena tidak bisa, aku menjadi seperti diriku sekarang. Laki-laki yang kadang berkata kasar, kadang merasa kesulitan. Memikirkan diri sendiri. Tidak peduli sesama. Dan sering melakukan kesalahan. Biar saja aku menjadi diriku sekarang.  Namun tetap saja, aku rindu. Dan ingin berjumpa denganmu.

Kadar Kesulitan

Setiap orang punya kadar kesulitan sendiri-sendiri. Saya kenal di kampung halaman, seorang ibu pemulung, yang berjalan kira-kira lima belas kiloan memungut barang-barang bekas yang bisa dijual. Dia selalu tersenyum. Istri saya pernah cerita, si ibu hampir pingsan karena bulan puasa, nggak kuat lagi mencari barang. Siang terik. Dan dia tetap puasa. Dia hanya tergeletak di depan rumah, sebelum melanjutkan perjalanannya. read more …