<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ahmad Sofyan &#187; Kata-kata</title>
	<atom:link href="http://ahmad.sofyan.web.id/category/kata-kata/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ahmad.sofyan.web.id</link>
	<description>on startup, business idea, and progamming</description>
	<lastBuildDate>Sun, 11 Dec 2011 01:37:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://ahmad.sofyan.web.id/2011/12/11/195/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=195</link>
		<comments>http://ahmad.sofyan.web.id/2011/12/11/195/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2011 01:37:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fade2blac</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kata-kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmad.sofyan.web.id/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[The work you do while you procrastinate is probably the work you should be doing for the rest of your life. &#8211; Jessica Hische]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>The work you do while you procrastinate is probably the work you should be doing for the rest of your life. &#8211; Jessica Hische</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmad.sofyan.web.id/2011/12/11/195/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://ahmad.sofyan.web.id/2011/12/11/193/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=193</link>
		<comments>http://ahmad.sofyan.web.id/2011/12/11/193/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2011 00:13:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fade2blac</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kata-kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmad.sofyan.web.id/?p=193</guid>
		<description><![CDATA[I have always found idea development to be a wrenching and often meandering process that is guided mostly by instinct &#8211; Chris Dixon]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>I have always found idea development to be a wrenching and often meandering process that is guided mostly by instinct &#8211; Chris Dixon</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmad.sofyan.web.id/2011/12/11/193/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Google, Diktator Internet</title>
		<link>http://ahmad.sofyan.web.id/2011/10/12/google-diktator-internet/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=google-diktator-internet</link>
		<comments>http://ahmad.sofyan.web.id/2011/10/12/google-diktator-internet/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 04:00:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fade2blac</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Kata-kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmad.sofyan.web.id/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[Membaca posting ini, adalah sebuah kasus klasik tentang black hat SEO di mana pemilik website mengakali mesin pencari Google untuk mendapat trafik yang besar. Namun hal ini menyadarkan satu hal, bahwa dominasi Google di dunia Internet sudah sangat menggurita. Mungkin saat ini mereka masih memiliki niat baik, namun siapa yang menjamin suatu saat mereka mengubah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ahmad.sofyan.web.id/wp-content/uploads/2011/10/800px-Google_products.png"><img class="alignleft size-full wp-image-188" title="Produk Google" src="http://ahmad.sofyan.web.id/wp-content/uploads/2011/10/800px-Google_products.png" alt="" width="600" height="358" /></a>Membaca <a href="http://kbrower.posterous.com/banned-from-adwords-and-google-search-in-less">posting ini</a>, adalah sebuah kasus klasik tentang black hat SEO di mana pemilik website mengakali mesin pencari Google untuk mendapat trafik yang besar. Namun hal ini menyadarkan satu hal, bahwa dominasi Google di dunia Internet sudah sangat menggurita. Mungkin saat ini mereka masih memiliki <a href="http://www.google.com/about/corporate/company/tenthings.html">niat baik</a>, namun siapa yang menjamin suatu saat mereka <a href="http://blog.ugorji.net/2011/09/google-app-engine-new-pricing-sucks.html">mengubah pikirannya</a>? Dan menjadi satu-satunya penguasa di Internet? Toh mereka sudah punya segalanya, dan bisa mengubah pikirannya kapan saja.</p>
<p>Saya mengandalkan banyak aplikasi di Google dalam beraktivitas. Tidak bisa dipungkiri, produk mereka banyak sekali dan rata-rata bagus. Mereka juga memiliki sistem dan ekosistem di mana ide-ide dapat tumbuh dan memperoleh validasi dari pasar. Namun dengan melihat perkembangannya seperti saat ini, perlu mulai dipertimbangkan untuk pelan-pelan tidak tergantung dengan Google. Adakah yang menyadari hal ini? Banyaklah pastinya. Bahkan karyawan Google sendiri juga menyediakan link jika suatu saat kita ingin keluar dari kungkungan mereka. Arrghh linknya saya lupa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmad.sofyan.web.id/2011/10/12/google-diktator-internet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berjuang untuk Pasrah</title>
		<link>http://ahmad.sofyan.web.id/2010/10/05/berjuang-untuk-pasrah/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=berjuang-untuk-pasrah</link>
		<comments>http://ahmad.sofyan.web.id/2010/10/05/berjuang-untuk-pasrah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Oct 2010 06:30:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fade2blac</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kata-kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmad.sofyan.web.id/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[katanya hidup ini hanya permainan, tapi kenapa terbawa ritme hingga tak mampu menguasai diri menguasai apa arti menguasai apakah aku menggenggam nasibku? apakah aku bisa memilih dari rahim mana aku harus lahir? apa aku bisa memilih untuk bisa merasa terhadap sesuatu dan tidak merasa terhadap sesuatu? Semua semu resistance is futile pada akhirnya puncak perjuangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>katanya hidup ini hanya permainan,<br />
tapi kenapa terbawa ritme<br />
hingga tak mampu menguasai diri</p>
<p>menguasai<br />
apa arti menguasai<br />
apakah aku menggenggam nasibku?<br />
apakah aku bisa memilih dari rahim mana aku harus lahir?<br />
apa aku bisa memilih untuk bisa merasa terhadap sesuatu<br />
dan tidak merasa terhadap sesuatu?</p>
<p>Semua semu<br />
resistance is futile<br />
pada akhirnya<br />
puncak perjuangan<br />
adalah<br />
saat bisa pasrah sempurna</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmad.sofyan.web.id/2010/10/05/berjuang-untuk-pasrah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Simulacra and Simulation</title>
		<link>http://ahmad.sofyan.web.id/2009/07/12/simulacra-and-simulation/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=simulacra-and-simulation</link>
		<comments>http://ahmad.sofyan.web.id/2009/07/12/simulacra-and-simulation/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 18:31:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fade2blac</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kata-kata]]></category>
		<category><![CDATA[Persepsionisme]]></category>
		<category><![CDATA[jean baudrillard]]></category>
		<category><![CDATA[simulacra]]></category>
		<category><![CDATA[the matrix]]></category>
		<category><![CDATA[yasraf amir pilliang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmad.sofyan.web.id/2009/07/12/simulacra-and-simulation/</guid>
		<description><![CDATA[See no evil. Hear no evil. Membaca media saat ini semua terasa baik-baik saja. Paling tidak begitu menurut sebagian besar orang di sekitar. Tapi tetap ada yang mengganggu. Gangguan itu yang mendorong tulisan ini. Sedikit tulisan tentang Simulacra. Frasa tersebut sangat sering dibahas di buku &#8216;Sebuah Dunia yang Dilipat&#8217;, buku favorit saya karangan Bpk Yasraf [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><img class="alignleft size-full wp-image-120" title="jean-baudrillard" src="http://ahmad.sofyan.web.id/wp-content/uploads/2009/07/jean-baudrillard.jpeg" alt="jean-baudrillard" width="130" height="146" />See no evil. Hear no evil.</em> Membaca media saat ini semua terasa baik-baik saja. Paling tidak begitu menurut sebagian besar orang di sekitar. Tapi tetap ada yang mengganggu. Gangguan itu yang mendorong tulisan ini. Sedikit tulisan tentang Simulacra. Frasa tersebut sangat sering dibahas di buku &#8216;Sebuah Dunia yang Dilipat&#8217;, buku favorit saya karangan Bpk Yasraf Amir Pilliang. Lalu dalam film The Matrix, bahasan tentang simulacra juga muncul. Itu terjadi saat Neo menyimpan softwarenya, <span id="more-114"></span>ada di dalam buku &#8216;Simulacra and Simulation&#8217;, dan terbuka bab &#8216;on Nihilism&#8217;. Konon Wachowski Brothers, sang pembuat The Matrix, sangat terpengaruh oleh buku tersebut.</p>
<p>Simulacra dicetuskan pertama kali oleh Jean Baudrillard, salah seorang filosof Perancis yang terkenal. Simulacra dapat diartikan sebagai tanda/simbol yang dibuat di media atau budaya untuk mempersepsikan realitas.Menurut Baudrillard, pada masyarakat modern, kenyataan telah digantikan oleh simulasi kenyataan, yang hanya diwakili oleh simbol dan tanda.</p>
<p>Lalu apa hubungannya dengan kenyataan sekarang? Kita baru saja melakukan pemilihan presiden. Dengan sistem pemilihan langsung, sebetulnya dapat diprediksi dengan cukup akurat siapa yang akan menjadi pemenang. Bila berkaca, kita bisa belajar dari Indonesian Idol atau Akademi Fantasi. Seringkali, kemampuan tidak terlalu relevan, asal tidak terlalu jelek. Yang penting adalah penampilan dan citra penyanyi. Kontestan anak seorang tukang becak yang tidak punya apa-apa tentu lebih disenangi daripada kontestan dari keluarga kaya.</p>
<p>Faktanya, kontestan yang membangun persepsi paling kuat, adalah pemenangnya. Persepsi itu, meskipun bukan kenyataan yang sebenarnya, diyakin banyak orang sebagai kebenaran. Saat itulah terjadi yang dipercayai sebagai sumber kebenaran bukanlah realitas. Melainkan simulacra. Mulai dari iklan-iklan, penggambaran karakter, penutupan berita satu dan penekanan berita lainnya, adegan telepon, blow up berita hasil pemilihan quick count dan mengabaikan hasil perhitungan KPU yang sebenarnya. Banyak lagi kejadian lain yang memperkuat tesa tersebut.</p>
<p>Apa yang terjadi sebagai efeknya? Masyarakat akan ter-<em>detach</em> (terlepas tautan) dari realitas sekitarnya. Efek lain? Pemegang media adalah pemegang kebenaran.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmad.sofyan.web.id/2009/07/12/simulacra-and-simulation/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Emas</title>
		<link>http://ahmad.sofyan.web.id/2009/02/13/emas/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=emas</link>
		<comments>http://ahmad.sofyan.web.id/2009/02/13/emas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2009 18:07:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fade2blac</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bukan Lain-lain]]></category>
		<category><![CDATA[Kata-kata]]></category>
		<category><![CDATA[Nafas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmad.sofyan.web.id/2009/02/13/emas/</guid>
		<description><![CDATA[Cerita ini saya adopsi dari komik Karung Mutiara Al Ghazali. Seorang lelaki berteman dengan Nabi Isa bin Maryam. &#8220;Aku bersamamu dan menemanimu,&#8221; sabda Nabi Isa. Lalu mereka berjalan hingga tiba di sebuah sungai. Merekapun duduk untuk sarapan. Mereka mempunyai tiga roti, tapi hanya ada dua yang dimakan, sementara roti ketiga masih utuh. Nabi Isa menuju [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita ini saya adopsi dari komik Karung Mutiara Al Ghazali.</p>
<p>Seorang lelaki berteman dengan Nabi Isa bin Maryam.</p>
<p>&#8220;Aku bersamamu dan menemanimu,&#8221; sabda Nabi Isa. Lalu mereka berjalan hingga tiba di sebuah sungai. Merekapun duduk untuk sarapan.</p>
<p>Mereka mempunyai tiga roti, tapi hanya ada dua yang dimakan, sementara roti ketiga masih utuh. Nabi Isa menuju sungai untuk minum. Sekembalinya dari sungai, beliau tidak menemukan roti ketiga.</p>
<p>&#8220;Siapa yang mengambil roti?&#8221;, tanya nabi Isa.</p>
<p>&#8220;Aku tak tahu,&#8221; jawab temannya sambil menggeleng.</p>
<p>Mereka lalu berjalan lagi. Di tengah hutan, tampak seekor kijang betina dan dua ekor anaknya. Nabi Isa membawa satu anak kijang dan menyembelihnya. Mereka memanggang dan memakannya bersama. Setelah selesai makan, bersabdalah Nabi Isa.<span id="more-108"></span></p>
<p>&#8220;Berdirilah dengan ijin Allah..&#8221;</p>
<p>Maka anak kijang itu bangkit berdiri dan lari meninggalkan mereka.</p>
<p>&#8220;Aku bertanya kepadamu demi Dia yang memperlihatkan ayat ini kepadamu, siapa yang mengambil roti?&#8221;</p>
<p>&#8220;Tidak tahu&#8221;</p>
<p>Mereka melanjutkan perjalanan. Akhirnya sampailah mereka di sebuah hutan. Nabi isa mengambil pasir dengan kedua tangannya hingga penuh. Lalu beliau bersabda.</p>
<p>&#8220;Jadilah emas atas izin Allah&#8221;</p>
<p>Sekejap, pasir di tangan nabi Isa berubah menjadi emas. Beliau lalu membagi emas itu menjadi tiga bagian, dan kembali bertanya pada temannya.</p>
<p>&#8220;Sepertiga untukku, sepertiga untukmu, dan sepertiga untuk orang yang mengambil roti&#8221;</p>
<p>&#8220;akulah.. akulah..&#8221;, seketika temannya menukas, &#8220;akulah yang mengambil roti..&#8221;</p>
<p>&#8220;Kalau begitu semua emas ini untukmu&#8221;, jawab nabi Isa sambil berlalu meninggalkannya.</p>
<p>Beberapa saat kemudian dua orang lelaki mendekati.</p>
<p>&#8220;Kita bunuh dia dan ambil emasnya&#8221;, ucap lelaki pertama. Tapi si pemilik emas punya akal.</p>
<p>&#8220;Emas ini kita bagi bertiga ya? Oke?&#8221;</p>
<p>&#8220;Oke.. oke..&#8221; Mereka setuju. Dalam sekejap ketiganya terlibat dalam pembicaraan yang ramah.</p>
<p>&#8220;Wah lapar nih..&#8221;, kata salah seorang dari dua laki-laki pendatang tadi.</p>
<p>&#8220;iya..iya aku juga&#8221;, jawab temannya</p>
<p>&#8220;Sama dong. Rasanya aku juga lapar..&#8221;, kata teman nabi Isa.</p>
<p>&#8220;Gimana kalau salah satu dari kalian membeli makanan di kampung?&#8221;, usulnya.</p>
<p>Salah satu dari dua laki-laki pendatang tadi setuju untuk berangkat. Tapi di tengah jalan ia berfikir.</p>
<p>&#8220;Untuk apa aku berbagi emas dengan mereka?&#8221;, ia berfikir. &#8220;Hmm.. iya.. racun.. saya akan meracuni makanannya..&#8221;.</p>
<p>Sementara itu di lain tempat..</p>
<p>&#8220;Untuk apa kita memberikan bagian kepada dia? Kita bagi saja emas ini berdua&#8221;, ujar orang pertama. Teman nabi isa membisikkan sesuatu, dan orang tersebut manggut-manggut. Keduanya tersenyum seolah menemukan ide yang paling brilian di muka bumi.</p>
<p>Tak berapa lama, si pencari makan datang membawa bungkusan makanannya. Tapi sebelum ia sempat berbicara, pedang orang pertama  menebasnya hingga tewas. Lalu keduanya mengubur pencari makan tadi.</p>
<p>&#8220;Demi suksesnya rencana kita, mari kita rayakan dengan makan bersama..&#8221;</p>
<p>&#8220;Oo mari..&#8221;</p>
<p>&#8220;Sepertinya makanan ini rasanya agak aneh..&#8221;</p>
<p>&#8220;Hmm iya ya..&#8221;</p>
<p>Tak lama mulut mereka berbusa dan muka membiru. Lalu mereka berduapun mati karena racun dalam makanan itu. Bersabda Nabi Isa.</p>
<p>&#8220;Itulah dunia, maka berhati-hatilah kalian terhadapnya&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmad.sofyan.web.id/2009/02/13/emas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gila Kali</title>
		<link>http://ahmad.sofyan.web.id/2008/10/22/mahluk-alus/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mahluk-alus</link>
		<comments>http://ahmad.sofyan.web.id/2008/10/22/mahluk-alus/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Oct 2008 02:00:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fade2blac</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kata-kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmad.sofyan.web.id/2008/10/22/mahluk-alus/</guid>
		<description><![CDATA[+ apa prinsipmu - mengalir tapi tidak hanyut + dasar manusia tidak punya cita-cita! - cita-citaku menjadi pecinta dua hal yang dibenci orang: kemiskinan dan kematian + orang gila! - orang gila adalah satu orang waras di antara kumpulan orang gila + emangnya kamu siapa, menuduh semua orang gila? - aku bukan siapa-siapa. aku tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>+ apa prinsipmu<br />
- mengalir tapi tidak hanyut<br />
+ dasar manusia tidak punya cita-cita!<br />
- cita-citaku menjadi pecinta dua hal yang dibenci orang: kemiskinan dan kematian<br />
+ orang gila!<br />
- orang gila adalah satu orang waras di antara kumpulan orang gila<br />
+ emangnya kamu siapa, menuduh semua orang gila?<br />
- aku bukan siapa-siapa. aku tidak ada.<br />
+ Kalau kamu tidak ada, seharusnya cita-citamu juga tidak ada. Tidak ada seujungpun kamu yang ada.<br />
- ok aku anulir. Cita-citaku tidak ada. Karena aku tidak ada.<br />
+ Lalu siapa yang ada?<br />
- Aku<br />
+ Memang sudah mulai miring otakmu. Itu dleweran di kuping. Kalau kamu tidak ada, untuk apa kamu hidup?<br />
- Sesungguhnya sujudku, rukukku, hidupku dan matiku hanya untuk-Nya<br />
+ Kalau begitu tidak usah bekerja. Sujud saja!<br />
- Bekerja agar tahu cara bersyukur. Bekerjaku juga bukan untukku. Aku tidak ada.<br />
+ Emang nggak butuh uang?<br />
- uang adalah akibat, bukan sebab<br />
+ Omonganmu njelehi.. aku males..<br />
- Saat aku berbicara, sesungguhnya Aku-lah yang berbicara. Saat aku melempar, sesungguhnya Aku-lah yang melempar.<br />
+Nek njelehi nanti tak lempar sendal sekalian.. dasar gendruwo..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmad.sofyan.web.id/2008/10/22/mahluk-alus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fakta dan Asumsi</title>
		<link>http://ahmad.sofyan.web.id/2008/10/07/fakta-dan-asumsi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=fakta-dan-asumsi</link>
		<comments>http://ahmad.sofyan.web.id/2008/10/07/fakta-dan-asumsi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 14:48:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fade2blac</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kata-kata]]></category>
		<category><![CDATA[Persepsionisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmad.sofyan.web.id/2008/10/07/fakta-dan-asumsi/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam berdiskusi atau memberikan statement, saya seringkali ketemu orang yang mencampuradukkan antara fakta dan asumsi. Parahnya asumsinya dianggap sebagai fakta sehinga menjadi kebenaran tak terbantahkan. Misalnya, harga-harga mengalami kenaikan (fakta), penghuni rumah sakit jiwa meningkat (fakta). Banyaknya harga barang yang naik, orang menjadi stress (asumsi). Contoh lain, sopir sudah 2 hari tidur hanya 1 jam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam berdiskusi atau memberikan statement, saya seringkali ketemu orang yang mencampuradukkan antara fakta dan asumsi. Parahnya asumsinya dianggap sebagai fakta sehinga menjadi kebenaran tak terbantahkan. Misalnya, harga-harga mengalami kenaikan (fakta), penghuni rumah sakit jiwa meningkat (fakta). Banyaknya harga barang yang naik, orang menjadi stress (asumsi). Contoh lain, sopir sudah 2 hari tidur hanya 1 jam (fakta), bus yang dikendarainya menyenggol sepeda motor (fakta). Motor disenggol bus karena sopir mengantuk (asumsi). Ada dua hal dari contoh-contoh tersebut.</p>
<ol>
<li>Meskipun beberapa kejadian terlihat berhubungan, atau terjadi berurutan, belum tentu satu hal merupakan penyebab dari hal lainnya. Contoh yang paling ekstrim adalah ayam berkokok (fakta), matahari terbit (fakta), dan hampir setiap hari matahari terbit setelah ayam berkokok (fakta). Matahari terbit karena ayam berkokok (asumsi).</li>
<li>Fakta adalah suatu kejadian yang bisa diterima pembuktiannya. Asumsi adalah pernyataan yang masih perlu dibuktikan. Dalam contoh di atas, perlu dibunuh semua ayam di dunia ini untuk membuktikan apakah benar matahari terbit karena ayam berkokok.</li>
</ol>
<p>Yang repot pada saat orang tidak bisa membedakan mana fakta dan mana asumsi. Kalau baca koran, lebih jelas lagi gaya bahasanya. Hampir semuanya asumsi (opini). Contoh headlinenya: Polisi tak sanggup atur lalu lintas di jalur mudik (asumsi/opini), isi beritanya jalur mudik di banyak tempat macet (fakta).</p>
<p>Dan lebih repot lagi, jika menganggap bahwa asumsi itu adalah fakta.  Membaca berita di atas, secara tidak sadar membenamkan kesadaran bahwa polisi tidak becus. Padahal itu bukan fakta. Di tambah lagi dengan bumbu memetika, judul biasanya menebarkan ancaman. Dan biasanya orang tertarik mendengar berita ancaman (harga barang melonjak tinggi, supermarket X menjual daging busuk dst).</p>
<p>Dan yang paling repot, setelah menganggap asumsi itu adalah fakta, disebarkanlah asumsi tersebut kepada orang lain, bahkan memaksa orang untuk menerima hal tersebut sebagai fakta.  Ini dinamakan pengarahan opini. Pengacara lihai atau politisi ulung jago retorika pasti lihai membungkus dua hal ini, sehingga membuat lawan bicaranya jadi terpojokkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmad.sofyan.web.id/2008/10/07/fakta-dan-asumsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cermin</title>
		<link>http://ahmad.sofyan.web.id/2008/07/31/cermin/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=cermin</link>
		<comments>http://ahmad.sofyan.web.id/2008/07/31/cermin/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 09:19:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fade2blac</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kata-kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmad.sofyan.web.id/2008/07/31/cermin/</guid>
		<description><![CDATA[Ada cermin besar menghalang pandangan kita cermin pemantul bayangan tipuan seolah-olah menampilkan keindahan tapi tak ada apapun kecuali kesia-siaan, Cermin juga gerbang utama pemandu sesat pembujuk tidak menyadarinya terbungkus ilusi seolah tujuan utama, kenikmatan utama, dan alasan utama padahal kosong tak berarti apa-apa sejatinya, kerugian utama Namun tak pandai berdagang, dianggapnya keuntungan dibanggakan, sang cermin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada cermin besar menghalang pandangan kita<br />
cermin pemantul bayangan tipuan<br />
seolah-olah menampilkan keindahan<br />
tapi tak ada apapun kecuali kesia-siaan,</p>
<p>Cermin juga gerbang utama pemandu sesat<br />
pembujuk tidak menyadarinya<br />
terbungkus ilusi seolah tujuan utama,<br />
kenikmatan utama, dan alasan utama<br />
padahal kosong tak berarti apa-apa<br />
sejatinya, kerugian utama</p>
<p>Namun tak pandai berdagang,<br />
dianggapnya keuntungan<br />
dibanggakan, sang cermin menyilaukan ketakjuban</p>
<p>Cermin ini tak kunjung hilang<br />
bagi banyak orang bukan penghalang<br />
Sebab tempat berkaca mengagum diri</p>
<p>Bagaimana mengangkat cermin ini,<br />
agar terlihat cahaya sejati<br />
bunuh ego dan kosong<br />
pelan itu terangkat<br />
meski cahaya belum tersingkap</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmad.sofyan.web.id/2008/07/31/cermin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>iluminasi</title>
		<link>http://ahmad.sofyan.web.id/2008/07/28/iluminasi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=iluminasi</link>
		<comments>http://ahmad.sofyan.web.id/2008/07/28/iluminasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 12:24:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fade2blac</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kata-kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmad.sofyan.web.id/2008/07/28/iluminasi/</guid>
		<description><![CDATA[Ada ribuan kecamuk dalam otak, dada dan langit-langit kamar tapi keluar kebisuan semua yang ingin dikatakan, disumbat tangan tak terlihat tercekat di jakun, atau ditelan tombol backspace. Katakanlah benar walau pahit, sabda Al Mustafa, namun ada yang hinggapnya di dalam dada menjadi salah jika terbang menuju kata-kata Buat pejalan di malam mendung gulita, sekuntum cahaya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada ribuan kecamuk dalam otak, dada dan langit-langit kamar<br />
tapi keluar kebisuan<br />
semua yang ingin dikatakan,  disumbat tangan tak terlihat<br />
tercekat di jakun,<br />
atau ditelan tombol backspace.</p>
<p>Katakanlah benar walau pahit, sabda Al Mustafa,<br />
namun ada yang hinggapnya di dalam dada<br />
menjadi salah jika terbang menuju kata-kata</p>
<p>Buat pejalan di malam mendung gulita,<br />
sekuntum cahaya adalah berkah tak terkira,<br />
meskipun remang dalam selendang<br />
yang sangat ingin disingkap<br />
menghantarkan dahaga</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmad.sofyan.web.id/2008/07/28/iluminasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

