Kehendak Bebas

Pada dasarnya tidak ada kehendak bebas. Setiap keputusan yang diambil terjadi karena reaksi kimiawi dalam otak yang menggerakkan otot tertentu untuk bergerak. Reaksi kimia ini dibentuk berdasarkan gen, tekanan evolusi kuno dan mutasi kebetulan. Efeknya adalah keinginan, kehendak bisa dimanipulasi lewat obat, rekayasa genetika, atau stimulasi otak langsung.

Lanjutkan membaca Kehendak Bebas

Mengatasi Kemalasan

Sebelum mencoba, pertama harus diidentifikasi dulu apakah ini kemalasan, atau kelelahan. Kadang badan perlu istirahat cukup, tidur cukup, makan cukup. Jika memang sudah yakin bahwa bukan kelelahan, maka perlu digali lagi kemalasan itu karena apa. Menurut Leon F. Seltzer, mencap diri sendiri atau orang lain malas, merupakan penyederhanaan dari masalah yang sesungguhnya. Seperti demam, kemalasan adalah simtom dari ketidaktertarikan terhadap apa yang di depan mata. Apa penyebab ketidaktertarikan itu? Andalah yang tahu.

Selain mencari penyebab kehilangan interes dan mengembalikannya, memvisualkan makna dan tujuan, rasa malas juga bisa di atasi dengan membangun kebiasaan. Kebiasaan terbangun lewat satu aktivitas kecil yang menjadi pemicu, sehingga menjadi rantai penyebab tindakan berikutnya. Saya malas juga menyelesaikan tulisan ini. Saya menulis ini untuk membangun rantai, membangun tenaga, untuk menyelesaikan tugas-tugas lain yang lebih berat.

Menghindari Kebodohan

Nasib seseorang tergantung dengan keputusan-keputusan yang dia buat setiap hari. Entah konsekuensi besar, kecil, setiap saat kita membuat keputusan dan untaian keputusan itu membentuk nasib kita, dan diri kita saat ini.

Mungkin sulit bagi sebagian besar orang untuk membuat keputusan pintar. Lebih mudah untuk menghindari keputusan-keputusan bodoh. Kebodohan dapat dikenali, dan dihindari. Berikut daftar kondisi yang membuat kita membuat keputusan bodoh. Hindari sebisa mungkin. Lanjutkan membaca Menghindari Kebodohan

Mengubah Karakter

Anda mungkin pernah mendatangi reuni teman-teman SMP, SMA atau kuliah. Beberapa teman Anda terlihat beda secara karakter. Namun banyak teman Anda sifatnya masih sama seperti dulu. Apa yang membedakan? Kenapa sifat seseorang berubah sementara banyak orang lainnya punya sifat yang tidak berubah. Kata orang jawa, ‘watuk iso diobati, nek watak, digowo tekan mati‘. Batuk bisa disembuhkan, tapi kalau watak, dibawa sampai mati.

Banyak literatur menyebutkan bahwa karakter manusia dapat diubah, bahkan 180 derajat. Yang tadinya pemalu jadi pemberani. Yang pemalas jadi rajin. Dan doyan makan jadi nambah doyan makan ­čÖé Atau sebaliknya. Bagaimana karakter bisa berubah? Lanjutkan membaca Mengubah Karakter

Kebenaran

Anda bisa dikatakan sudah memiliki keyakinan yang benar, ditandai dengan dua hal. Pertama, hidup Anda bermanfaat untuk orang lain. Akhlak Anda baik. Anda mengayomi seluruh alam. Bukan mengayomi satu golongan. Bukan mengayomi manusia. Tapi seluruh alam. Itu dari sisi sosial. Kedua, dari sisi Anda sendiri. Anda menemukan kedamaian. Meskipun tidak semua pertanyaan terjawab, tapi dari apa yang Anda lakukan setiap hari, Anda temukan kedamaian. Kedamaian yang muncul dari dalam diri sendiri. Bukan tergantung barang. Bukan tergantung keadaan.

Tembok Ratapan

Ruangan ini akan kamu buka kembali saat ada kegelisahan. Namanya orang gelisah tentu tidak tahu sebabnya. Yang paling rasional adalah adanya ketidaksesuaian antara kondisi sekarang dengan apa yang diinginkan oleh hati. Masalahnya, kamu tidak pernah tahu apa yang benar-benar diinginkan oleh hatimu.

Satu hal yang kamu tahu, kembali kepada Allah adalah pilihan yang tidak pernah mengecewakan. Selalu menentramkan. Kadang diberi jalan keluar. Kadang dijawab. Kadang ditahan agar kita berlama-lama kontemplasi mengingatnya.
Kadang hati ini diberikan kesempitan. Kadang keluasan. Meskipun itu masalah perspektif, tapi cara pandang itu muncul tanpa kita pernah mengontrolnya secara proporsional. Ikuti saja. Toh Dia selalu memiliki rencana rahasia yang kamu tak pernah tahu. Latihlah hatimu untuk selalu berprasangka baik terhadap-Nya. Bayangkanlah seolah-olah Dia sedang menyapa-Mu dengan kasih sayang dan senyuman lewat masalah, kesempitan atau kegelisahan yang Kamu hadapi.

Hadir

Kamu tidak akan pernah bisa menghadirkan-Nya jika hatimu dipenuhi dengan dunia. Tapi, bagaimana cara berpaling dari dunia? Sebab setiap hari kamu mencecapnya lewat seluruh indramu? Tentu saja kamu tidak mau hidup dengan pandangan yang kosong. Hiduplah dengan penuh emosi, meluap-luap, namun jauhkan pandanganmu dari apa yang ada di depanmu. Pandanganmu adalah akhirat. Tempat kembalimu yang baik.

Bagaimana Konsisten Terhadap Tujuan Sulit?

so-much-cocaineKita hidup hampir sebagian besar digerakkan oleh alam bawah sadar. Karena sudah terlalu sering melakukannya, otak secara otomatis akan membangun kemampuan untuk dapat menjalankan satu aktivitas tanpa proses berfikir. Ini menjadi kebiasaan yang membentuk diri kita saat ini. Lalu, bisakah kita hentikan kebiasaan buruk atau membuat kebiasaan baru untuk hal-hal yang sudah mendarah daging? Bisa. Begini caranya. Lanjutkan membaca Bagaimana Konsisten Terhadap Tujuan Sulit?

Strategi

Strategi - image by tim MaherDari sekian banyak pilihan yang ada dihadapannya, mana yang harus diambil? Setiap detik, ia selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan. Ke kiri? Ke kanan? Jalan terus? Bertahan terhadap profesi sekarang? Pindah kerja? Lewat mana ke kantor hari ini? Seringkali keputusan diambil tanpa sadar. Otomatis ke kantor lewat jalan yang itu. Setiap akhir pekan juga melakukan kegiatan yang itu. Semua serba bawah sadar. Setiap jam. Setiap hari. Setiap minggu. Setiap tahun. Kadang ia merasa waktu berlalu begitu cepat. Lanjutkan membaca Strategi

Sesak

SesakJika kamu terbebani dengan kesulitan-kesulitan yang ada di depan, maka kamu tidak bisa bergerak. Apa yang harus kamu lihat? Kamu sedang menilai diri sendiri. Kamu sedang berdialog dengan Tuhan. Apa rencana-Nya? Kenapa dadamu terasa sempit?

Kesempitan itu muncul saat kamu├é┬ámenginginkan sesuatu, yang lebih besar dari kemampuan kamu. Apakah kamu├é┬áharus melepaskan keinginan tersebut? Lalu hidup dalam kondisi saat ini? Jika demikian apakah bukan berarti kamu├é┬ásudah menyerah? Ada semacam paradoks antara ├óÔéČ╦ťbersyukur terhadap apa yang dimiliki├óÔéČÔäó dengan ├óÔéČ╦ťmencoba meraih yang lebih besar, untuk tahu berapa jauh batasmu├óÔéČÔäó. Lanjutkan membaca Sesak