Buku Megelin

barusan dapet buku menarik, yang satu .net framework, terbitan o\’reilly. Atunya lagi the nothing that is, a nature history of zero. Gilee..judulnya bikin gue ngiler..hehehe..nanti diceritain

maap pemirsa, halaman baru bisa keupdate karena overload. Beberapa proyek baru (jangan sala, gak ada duitnye hehehe..) bernongolan, memaksa untuk lebih pinter membuat to do list, menskala prioritas, dan manfaatin orang untuk menyelesaikannya. Katanya, itu yang dinamakan manajemen. teuing.

Beberapa buku yang aku kelarin selama jeda waktu tulisan ini adalah tentang Java 2, segala macem perniknya ada beberapa buku terbitan o\’reilly juga. Selain itu XML primer, belajar DTD, dan RDF. Powerful juga yee..hehehe.. Mumpung masih ada ditempat dimana literatur bisa didapet dengan mudah, aku perbanyak baca dulu biar penuh palanya hihi… Sehingga kalo mulai apa yang harus dimulai, sudah cukup bekel. Sok iye hehe dah ahh.. mo balik dah pegel pantat.

Dari Rebel Code hingga Crypto

Akhir-akhir ini gue baca buku kayak orang gile. Abis ngelarin \’rebel code\’ karangan glyn moody, tentang sejarah linux hingga sekarang, lanjut dengan just for fun, otobiografi linus. Bacanya juga tiap nganggur. Nongkrong di toilet juga gue bawa.

Abis itu empat buku langsung aku baca bolak balik dalam satu waktu. Buku satu, baca beberapa halaman, bosen, buka buku dua. Atau buku empat. Jadi di kamar, gue buka langsung empat buku hehehe.. keder. Tapi gue puas, karena saling melengkapi. Cross reference dah..

Buku pertama \’Computer science, a preview\’ dapet di brighton waktu itu di buku bekas. Bukunya buagus..terbitan adisson wesley, karangan brookshears. Buku ke dua, C Programming, karangan Kernighan dan Denis Ritchie. Buku klasik gue pinjem dari library. Buku ke 3, linux programming by example, karangan knut wall or something. Ini gue pinjem juga di library deket kantor. Buku terakhir, linux socket programming. Lupa pengarangnya. Kalo ini gue beli di pasar komputer. Itu kalau di rumah hehe..

Kalau jalan, di tas gue ada dua buku. Satu Crypto, karangan Steven Levi. Satu lagi \’hacker ethic\’ karangan pekka himanen. Gue baca ngacak juga di kereta.

Dan tahu hasilnya? Pala pening..dan kalau diri kunang-kunang… heheh.

Fuzzy Logic

Lagi sibuk nyiapin installer..bikin bete..pan kapan bikin ndiri hehehe..

Selain itu baca buku fuzzy logic, lumayan bagus. Semakin fuzzy, semakin smart. Fuzzy berarti multivalen, tidak hanya hitam putih, 0 atau 1, yang ada cuma degree. Dicontohkan bagaimana jepang menerapkan fuzzy logic ini untuk alatnya, seperti mesin cuci yang gak cuma pencuci dan pengering, tapi ada fuzziness, dimana pengguna bisa milih jenis pakaian, waktu, dan sebagainya. Grey area. Buku ini banyak mengutip relativitasnya einstein dan pikiran2 Bertrand Russel yang menggunakan istilah \’vague\’ untuk fuzziness.

Selain itu gue capek.. Capek dengan idealisme gue sendiri.. dengan visi-visi yang seterang kabut. Keep it real. ah kebanyakan begadang kali..

Cukupnya Richard Stallman

Masih tentang kata-kata cukup, tahukah Anda riwayat hidup Richard Stallman? Dia masuk Lab Artificial Intelegence MIT tahun 1971. Kerjanya ngoprek Digital PDP-10, hingga menelorkan Emacs tahun 1975. Tahun 80-an ada perpecahan antar hacker di AI Labs, karena masing-masing pengen bikin usaha sendiri. Yang satu didirikan oleh Richard Greenblatt, desainer LISP, dengan nama LMI (Lisp Machine Incorporated), a hacker company. Sementara yang lain mendirikan Symbollics. Stallman merasa terkucil karena nggak ikutan. Karena pusing porting aplikasi yang cocok untuk keduanya, dia putuskan untuk bikin OS sendiri yang bebas.

GNU terbentuk secara formal di Januari 1984, dengan program pertama bison. Daripada memulai dengan Operating System, Stallman memilih untuk membangun aplikasi-aplikasi pelengkapnya dulu. Meskipun berhenti dari MIT dan fokus di GNU, Stallman tetap diperbolehkan memakai komputer dan tidur di kamarnya yang lama di lab AI MIT 545 Tech Square.

Di tahun 1990, dia memperoleh uang dari McArthur Foundation fellowship, $230,000. Ia investasikan uang itu di sebuah mutual fund, sehingga dia dapat hidup selamanya tanpa harus pusing dengan pendapatan. Dia tidak punya mobil. Dia bilang;\”Saya nggak ingin punya rumah. Saya nggak ingin menghabiskan banyak uang. Jika Anda menghabiskan banyak uang, maka Anda akan diperbudak untuk memperoleh banyak uang. Dan uang akan mengontrol hidup Anda\”.

Begitulah. Dia menggambarkan dirinya sebagai orang suci – Saint IGNUcius, dengan jubah dan laptop Toshiba kemana-mana (terutama saat memberikan ceramah). Eric Raymond ngatain Stallman mengidap penyakit Jesus Complex hehehe.. Stallman cuma ketawa. Bahkan Jeremmy Allison, komandannya Samba, pernah mengirim patch gcc kepada Stallman, dan ditolak. Apa Jeremmy bilang? \”Wah rasanya seperti mendapat penolakan dari Tuhan\” hehehe.. Aneh-aneh aja yee.

Moral dari cerita ini adalah… bahwa cukup itu adalah cukup. hehehe.. Cak Nun bilang, manusia yang paling bijaksana adalah manusia yang mengerti apa arti cukup. Atau inget buku Kuliah Tauhid yang aku dapet di pasar senen jaman dulu, kita harus memerdekakan diri dari Tuhan-tuhan temporer. Tuhan ego. Tuhan duit. Tuhan kekuasaan. maap ngelantur.. sengaja hehehe :). Tutup dulu yah.. ngoprek lagi nyoookkk..’

Kekerasan yang Memesona

dari sajaknya rendra,

kekerasan sudah mulai mempesona orang
bajingan dilawan secara bajingan

Kekerasan struktural yang diwariskan pemerintah jaman dulu, mungkin telah tertuai hasilnya (meskipun masih menyisakan banyak benihnya). Tadinya gue berharap di komunitas IT, dimana pelakunya relatif \’elit\’ dan \’pinter\’ akan ada kesejukan, atau hawa perubahan. Geuningan sarua kenehhh.. terpesona dengan kekerasan dan caci maki, ngabulatuk tanpa dipikir dulu, Hehe.. itu yang ada di otak gue setelah hampir setahun setengah ikut beberapa milis \’IT Policy\’ Indonesia.

Gimane yee..caranye selametin generasi adek gue.. atau generasi anak gue kali yahh.. biar tenggelam dalam nilai-nilai kesejukan, egalitarian, akal sehat, dan jadi agen perubahan yang konsisten menggusur yang tua, kaku, mampet.. yah gitu deh.. namanya juga berimajinasi..

Ilmu Cukup

Waktu kemaren diskusi sama Bli Made, kenapa pengembangan perangkat lunak open source di Indonesia jarang ditemukan.

Dari pengamatanku disini, aku menyampaikan pendapat, bahwa developer di luar negeri (dalam hal ini Inggris) relatif memiliki ‘rasa aman‘ yang cukup tinggi. Dalam arti bahwa mereka bisa mengartikulasikan hobi ngopreknya tanpa harus khawatir nggak bisa makan. Pendapatan yang mereka peroleh cukup untuk menunjang ‘rasa aman‘ sehingga dapat ngoprek tanpa beban yang berarti. Kalau di Indonesia hal ini sulit. Sebab setiap orang dituntut untuk cari nafkah supaya bisa survive. Sehingga, ngoprek dilakukan jika punya ekstra waktu setelah mencari ‘nafkah utama‘, dan rata-rata dengan kondisi demikian, relatif tidak memiliki waktu.

Bli Made membantah bahwa dulunya ia juga berfikiran seperti itu. Namun setelah dirasa-rasa, ada tingkat ‘rasa aman‘ yang berbeda. Mahasiswa/Opreker (baca hacker) di luar negeri (dalam hal ini di Jerman), memiliki batas rasa aman yang sangat toleran. Kalau diitung, mereka rata-rata punya pendapatan yang normal (dalam perbandingan dengan nilai barang di lingkungannya). Mereka merasa cukup misalnya dengan 5 stel baju, rumah ngontrak, makan ala kadarnya dan buku berjumlah ratusan :). Dan di Jerman hal ini dianggap biasa, bukan sesuatu yang \’rendahan\’. Masyarakat tidak menuntut bahwa untuk sukses harus bisa ngumpulin duit sebanyak-banyaknya. Bahwa batas \’aman\’ atau batas \’cukup\’ adalah cukup dalam arti yang sebenarnya, dan bisa menyalurkan hobi sepuasnya. Tanpa harus dituntut masyarakat untuk cari duit sebanyak mungkin.

Dan ini dirasakan lain dengan kita (terutama Indonesia di kota-kota besar), setiap orang merasa dituntut untuk cari duit yang sebanyak-banyaknya. Kata-kata \’cukup\’ menjadi standar yang sangat tinggi, dan orang jadi minder (merasa nggak berarti) jika nggak bisa ngumpulin banyak duit. hmm.. kurang lebih begitu dari sisi sosialnya.

Tambahan faktor lain, yang menurutku esensial, adalah keberdaan \’super ego\’. Dari pengamatan Eric S. Raymond, dalam proyek open source yang sukses biasanya ada super ego. Pengembangan kernel tetap konsisten karena masih ada ego-ego seperti Linus Torvald, Alan Cox dll, Emacs dan Gcc masih ada Richard Stallman dll. Hal ini bisa dibilang masuk akal, sebab dalam komunitas open source yang heterogen, dimana masing-masing developer berada di tempat terpisah, dan memiliki keinginan yang bermacam-macam pada saat mengembangkan suatu perangkat lunak, diperlukan leader yang kuat agar tetap terarah dan dinamis.Mungkin itu dulu catatannya, dah pegel nih jari. Oh ya, buat yang belum paham, ngoprek bisa berarti ngotak-atik komputer dengan \’passion\’ hingga memahami/memecahkan/menghasilkan sesuatu. Kerennya disebut \’hacking\’.

Lifebook

Perasaan mulai penat aja.. bawaan bayi, suka bosen. Alhamdulillah bisa ngumpulin duit buat beli Lifebook kecil yang nemenin begadang tiap malem. Lifebook Fujitsu Siemens ini mang rada istimewa, kerna kecil (10″), enteng pisan. Trus, Prosesornya Transmeta Crusoe 600-an MHz apa yah. Lupa gue. Hardisknya 15 Giga, 3 Giga untuk Windows, bawaan pabrik. Sisanya disikat untuk Slackware 7.0, 5 Giga (sambil nostalgia layar item putih, atau kalau bosen pake fvwm95 yang enteng), sisanya buat ngoprek Rimbalinux cuman lom sampe kompel.

Peripheralnya gak banyak, cuma ada USB dua biji, Output monitor, output sound, slot PCMCIA satu biji, sama klitoris mouse. :). Bulan depan mo beli PCMCIA ethernet, udah ngetekin yang bekas harganya £32-Xircom. Ntar kalau hardware&peripheralnya dah dikenal semua ma slackie.. windowsnya gue gusur juga bakalan.

Lifebook ni, rencana mo dipake buat ngoprek Rimbalinux (terutama buat nyari bug, kalo buat ngompel..ah sayang dong yah..), terus mo dibuat nulis. Makanya pengen buru instal lyx. Dan terakhir tentu buat mrogram. Pengen bikin aplikasi untuk ke depan, proyek ndiri hehe. Sekarang masih bikin SRS-nya. Ehm.. terus waktu buat main kapan yah? *pengen banget pulang, jalan ke semeru sambil ngisep mild*

Sejenak Mister King

Rada OOT, Pengen nulis tentang Stephen King. Tuh orang imajinasinya gile banget. Abdullah harahap juga kalah hehe..Novel-novelnya rata-rata memiliki karakter yang konsisten (sayang terlalu Amerika) meskipun masih kalah konsisten sama Agatha Christie. Juga cara meramu plot ceritanya gak ngebosenin, sering pindah angle (eh jadi inget novel Saman, karangan Ayu utami, tuh novel kaya banget dengan perpindahan angle tokohnya), dan kalau menyajikan sesuatu yang horrible, bener-bener kaga tanggung tanggung tuh Pak King.Banyak novelnya yang dipilemin macam Carrie, IT, FireStarter, SleepWalker, Green Mile, dan favorit gue shawshank redemption dimainin Morgan Freeman sama Tim Robbins. Tuh sr bukan horor, tapi khas pak king-nya berasa banget (mirip green mile, tentang penjara).

Buku King yang pernah dan sedang gue baca; insomnia (terbitan gramedia, bikin gue suka sama Pak King),Rose Madder (tentang istri diteror suami akhirnya lari),dolores clayborne (ini juga mirip),IT, Desperation (ini top bgt dah), Bag of Bones, Heart of Atlantis, Danse McCabre, Cujo (ini juga pernah dipilemin), the girl who love tom gordon. Euh banyak juga yah.. Tar sambung lagi..

PHP Developer Cookbok

Barusan abis ngelarin baca kilasan-kilasan buku PHP Developer’s CookBook, karangan Sterling Hughes terbitan Sams. Rasmus Lerdorf juga ngasi kata pengantar. Komentar gue, buku itu baguss..guss. Struktur bukunya memang model resep masakan. Dalam mengambil analogi, banyak programmer yang mengandaikan membuat program sama dengan membuat resep masakan. Mulai bahan-bahan yang dibutuhkan (variabel,konstanta, array) hingga pengolahan (fungsi, class) dan akhirnya menjadi resep masakan siap saji, siap untuk digunakan masak.

Kembali ke bukunya, struktur bukunya agak unik, namun praktis. Misalnya sub bab yang agak enteng tentang string, nomor,tanggal, array, regex dan seterusnya. Lalu yang agak menengah tentang class, session,database, interfacing dengan program lain, seperti mengakses Java Method dan class,SNMP, hingga API dari ZEND. Pokoknya padet. Buku ni cocok buat yang udah agak familiar dengan php, atau buat programmer bahasa lain yang mau belajar php. Kalau buat yang baru mulai, mungkin rada puyeng.

Dan sekarang, bukunya ada disamping gue, kalo mau cari trik-trik, langsung dah kesitu. Soalnya banyak fungsi aneh, yang mungkin kelewatan kalau baca manual php. Misalnya membuat fungsi yang fungsinya untuk meng-generate fungsi secara dinamis. nah loh. Atau fungsi yang bisa insialisasi semua fungsi session. Atau diajak jalan jalan pake PEAR (PHP Extension and Application Repository) mirip CPAN di Perl. Yah gitu deh..tiga hari kemaren kemana-mana gue bawa hehe.. Abis ini pengen baca yang agak berat (besi kali), tar diceritain lagi dah..

Catatan Demo Anti Perang

Catatan demo anti perang, minggu kemaren. Gue dateng jam 12.. janji ketemu arya, delil sama firson di hyde park. Sampe disana ternyata udah banyak yang orasi. Massanya lebih banyak dari yang gue kira. Dari orasi yang gue denger, ada satu cewe bule yang begitu berasa empatinya. Sampai serak menahan nangis saat menceritakan kondisi anak-anak di afghanistan, pembantaian di sabra sattila, dan jerussalem.

Selesai orasi, gerak ke Trafalgar square. Bottleneck di pintu keluar, kerna massanya terlalu banyak. Kita berempat bareng dengan rombongan ‘black alliance‘ dari birmingham. Bukannya apa-apa, mereka ada kendang dan gitar.. jadi biar gak penat.Di sepanjang jalan, banyak atribut aneh-aneh. Ada yang jalan pake egrang, bawa sepeda dengan bendera \’no war\’.Banyak juga ibu-ibu dengan kereta dorong membawa anaknya.

Sampai di Trafalgar ternyata bejibun banget. Sampe penuh tuh lapangan kecil. Disana juga ada orasi-orasi, cuman gak ada yang menarik. Kite buru-buru balik kerna pengen buka puasa bareng.

Yang dicatat dari demo ini, sosialis masih mengumpulkan sisa-sisa dayanya untuk memerangi kapitalis. Semua pihak dijadiin temen, termasuk islam. Lalu, ternyata banyak juga \’silence sound\’ yang gak setuju perang, terutama bulenya sini. Btw, mereka lebih rasional, ketimbang yang laennya yang dipenuhi pikiran untuk balas dendam atas tragedi penghancuran simbol kapitalis yang mengenaskan di 11 September. Whatever.