Rahayu

Kita bekerja bukan bertujuan agar kita sejahtera. Kita bekerja karena Dia menyuruh kita memakmurkan bumi. Hamemayu hayuning bawono. Bumi sudah cantik. Tugas kita untuk mempercantik lagi. Sejahtera adalah akibat, bukan tujuan.

Kebaikan

Begitu banyak mereka yang terkena kanker, awalnya karena tidak menerima suatu kondisi. Alih-alih berdamai dengan keadaan, hatinya tidak terima. Batinnya meratap, kenapa nasibnya begitu buruk.

Seandainya dia tahu, bahwa semua adalah kebaikan, mungkin akan lain jadinya. Sakit adalah kebaikan. Musibah adalah kebaikan. Kehilangan adalah kebaikan. Keburukan adalah kebaikan.

Semua adalah cara pandang. Caranya memandang dirinya. Jika dia memandang dirinya keliru, maka dunia juga dipandangnya keliru.

Cahaya

Kamu dan aku adalah kaca, yang memantulkan cahaya dari sumber yang sama. Kita dari satu cahaya. Tak perlu menghinaku, dan akupun tak akan merendahkanmu. Kamu adalah aku. Aku adalah kamu. Kita semua tidak ada.

Khalifah

Aku akan mengirimmu ke suatu tempat. Tapi di sana kamu lupa siapa sejatimu, dan dari mana kamu berasal. Di sana ada petunjuk, apa yang harus kamu lakukan, untuk kembali ke sini, di sisiku. Ada banyak permainan. Dan hampir semua yang aku kirim, senang permainan itu dan lupa ikut petunjuk jalan kembali kepadaku. Jangan lupakan petunjukku, dan kembalilah kepadaku dengan baik. Ingat, semua permainan di sana adalah tipuan.

Sunnah

Jadi permasalahannya adalah, apa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW itu, budaya ataukah ajaran? Apakah berjenggot budaya atau ajaran? Apakah makan kurma budaya atau ajaran? Apakah shalat malam berlama-lama, budaya atau ajaran? Apakah bercelana di atas mata kaki budaya atau ajaran? Apakah naik haji jalan kaki/naik onta, budaya atau ajaran?

Apa pertimbangan Anda mengategorikan itu sebagai budaya atau ajaran? Apa pisau pembeda Anda?