Kecerdasan Buatan – Pekerjaan Anda akan digantikan Robot

January 5, 2016

kecerdasan-buatanSaat membicarakan Kecerdasan Buatan, pertanyaan paling sering muncul adalah, pekerjaan apa saja yang akan digantikan oleh robot. Ciri pekerjaan ini adalah dilakukan berulang-ulang, dengan ritme dan parameter yang bisa ditebak. Mungkin yang Anda pikirkan adalah pekerjaan klerikal (administrasi), keuangan, pekerjaan kebersihan dan sejenisnya. Namun riset yang dilakukan oleh McKinsey & Company menunjukkan lain.

read more …

Penerjemahan Frasa Teknologi

November 30, 2015

Menerjemahkan frasa teknologi, terutama yang bersifat teknis, membutuhkan seni tersendiri. Lebih khusus lagi penerjemahan frasa-frasa dalam bahasa pemrograman. Berikut beberapa contoh frasa:

class dan object

Saat menemukan istilah class dan object, apakah kita akan membiarkan sebagaimana aslinya, ataukah diterjemahkan menjadi kelas dan obyek? Misal dalam contoh kalimat berikut:

Kita membuat kelas baru dengan statemen `class` yang diikuti nama kelasnya. Kemudian, kita membuat obyek/wujud dari kelas ini dengan nama kelas yang diikuti oleh kurung kurawal. Ini disebut sebagai perwujudan.

Lihat perbedaannya jika beberapa frasa tidak diterjemahkan:

Kita membuat class baru dengan statemen `class` yang diikuti nama class-nya. Kemudian, kita membuat object dari kelas ini dengan nama class yang diikuti oleh kurung kurawal. Ini disebut sebagai instantiation.

Menurut saya pribadi, frasa-frasa tersebut harus diterjemahkan. Buat sebagian programmer, kata instance atau instantiate sudah punya bentuk sendiri dalam otaknya. Namun saat kita sebut dengan ‘mewujud‘, mungkin bayangan itu berbeda lagi. Dan menurut saya lebih jelas dalam penggambarannya di otak.

Tags

Lompatan Perjalanan di Gnome Sandboxed Apps

March 9, 2015

Gnome Sandboxed Apps adalah salah satu lompatan yang signifikan di Gnome.  Apa itu Gnome Sandboxed Apps? Menurut Matthias Clasen Sandboxed App didasari atas: read more …

Tags

Drupal 6 ke Drupal 7

March 8, 2012

Beberapa catatan singkat dari Drupal 6 ke Drupal 7:

  1. File attachment dihilangkan. Sebagai gantinya, CCK masuk ke dalam core (harusnya Drupal melakukan ini sejak lama), dan file field type sudah ada di dalamnya. Jadi diganti dengan itu. Jika ingin menambahkan lebih dari satu attachment, bisa diset di jumlah maksimal filenya (maksimal ada 10). Uniknya, tidak seperti di Drupal 6 yang jika diisi lebih dari satu, semua field tampil berjejer (misalnya field type image, maksimal 3, maka di form entrian akan muncul 3 field langsung), tapi seperti upload module yang bisa menambahkan setelah file sebelumnya terupload.
  2. Password tidak lagi menggunakan md5. Jadi kalau lupa password, tidak bisa diganti langsung via md5 di MySQL, melainkan harus digenerate ulang hashnya. Cara membuat ulang passwordnya dengan program ‘password-hash.sh’ yang ada di folder script di instalasi Drupal 7 Anda.

    <drupal_instal_dir>/scripts/password-hash.sh 'password-baru' <drupal_instal_dir>

  3. Koneksi dari taxonomy ke content type, tidak diset dari taxonomy, melainkan disambungkan lewat CCK, dengan penambahan field bertipe ‘Term Reference’

Update 9 Maret 2012

  1. Untuk menampilkan form registrasi pada node, jika diDrupal 6 cukup dengan memanggil:

    print drupal_get_form('user_register')
    maka di Drupal 7, dipanggil dengan

    print drupal_render(drupal_get_form('user_register_form'))

     

  2. Pada template region, Drupal 6 langsung memanggil variabel nama region, dan langsung mencetaknya di layar. Misalnya untuk region $sidebarleft, di Drupal 6 cukup diprint $sidebarleft

    sedangkan Di Drupal 7, dipanggil dengan

    render($page['sidebar_first'])

    Untuk penamaan variabel ini bisa melihat template-template yang ada (Bartik sebagai template baku)

Begitu dulu catatan singkatnya. Jika ketemu yang lain akan saya update posting ini.

Mematikan Auto Update Ubuntu/Debian

November 2, 2011

Beberapa kali mencari cara mematikan auto update aplikasi di ubuntu. Ternyata ada di /etc/apt/apt.conf.d/10periodic

Pastikan berisi sebagai berikut:


APT::Periodic::Update-Package-Lists "0";
APT::Periodic::Download-Upgradeable-Packages "0";
APT::Periodic::AutocleanInterval "0";
APT::Periodic::Unattended-Upgrade "0";

Open Social Network

February 17, 2009

Jejaring SosialMencari platform open social networking yang mau dipakai untuk produk di Ocentrum, saya mencoba beberapa platform:

  1. Elgg

    Kelihatannya ini platform yang paling ideal. Dibuat menggunakan PHP5, dengan fungsi-fungsi yang sederhana. Memang ditujukan untuk itu. Agar bisa dikembangkan. Sebagai platform dasar, elgg menjalankan tugasnya dengan baik. Bisa override fungsi seperti Drupal, sehingga tidak perlu otak-atik core-nya untuk mengganti sesuatu. Ini agar bisa diupgrade tanpa mengganggu situs produksi. Banyak fungsinya yang spesifik PHP5 membuat saya harus buka kebetan lagi. Kelemahannya satu, dokumentasinya masih sedikit, dan plugin komunitasnya belum terlalu banyak (halah, sudah gratis minta slamet). Lisensinya juga GPL

  2. PHPIzabi

    Ini sudah lama dicoba. Kelemahannya ada di lisensinya, yang sangat terbatas. Dan source codenya tidak terlalu rapi.

  3. iSocial

    Belum sempat coba. Tapi kelihatannya cukup menjanjikan. Lisensinya GPL.

  4. Spree

    Lebih ke sharing knowledge. Mungkin cocok untuk helpdesk Linux.

Baru itu cobanya. Ada juga yang berplatform RoR, Insoshi. Kelihatan simpel dan mirip aplikasi bikinan 37signals. Tapi sekarang belum waktunya belajar bahasa baru.

Sebelumnya sudah oprek Drupal. Tapi terlalu banyak effortnya, dan terlalu kompleks modul yang dilibatkan. Akhirnya, menggunakan Elgg. Saat ini masih coba modifikasi hingga sesuai dengan yang diinginkan.

Instal Revisor di Fedora 9

June 26, 2008

Sekian lama nggak ngotak-atik jeroan. Apalagi sudah pakai Debian, the one-true-linux yang sudah dimanjakan dengan apt-get, lengkaplah sudah kemalasan saya. Tapi karena sesuatu hal, dalam hal ini tuntutan profesi (halah) saya instal Fedora 9. Instalasi lus mulus lah.. hasilnya cakep, ndak ada masalah. Compiz juga langsung ngacir, tanpa harus aktivasi manual. Di Gnome ada panel untuk aktivasinya. Ini memang sudah sedemikian keren apa saya yang norak. Maklum, gaulnya ama console, vim dan mutt.

Tugas pertama selesai instal Fedora, adalah instal revisor.  Sayangnya yang tersedia adalah revisor untuk Fedora 7. Jadi harus rebuild. Jadilah saya download source rpmnya.

http://files.revisor.fedoraunity.org/revisor-2.0.1-1.fc7.src.rpm

Terus langsung rebuild

rpmbuild --rebuild  revisor-2.0.1-1.fc7.src.rpm

Ahh butuh paket instltool. Ok kita jabanin..

yum install intltool

Entah kenapa Perl ikutan diupgrade. Jadilah download 8MB. Selesai download, dan jalan lancar, kita rebuild ulang revisornya. Brrr.. jadi juga. revisor-2.0.1-1.fc9.noarch.rpm.

Waktu dijalanin, butuh pungi, pungi comps-extras livecd-tools. Ok kita instal lewat yum, dan jalanin lagi.

yum install pungi comps-extras livecd-tools

Hmm, masih komplain progress_meter. Search lagi, ternyata progress_meter ada di paket yum-arch.

yum install yum-arch

Ok kita jalanin lagi. Wah masih komplen juga, progress_meter nggak ketemu. hmm, penasaran saya buka /usr/lib/python2.5/site-packages/revisor/revisorcli.py. Ternyata dia mikirnya progress_meter ada di paket yum-cli. Lah, ini dia:

sys.path.append("/usr/share/yum-cli")

Saya ganti aja ke path benerannya, soalnya progress_meter ada di bawah yum-arch:

sys.path.append("/usr/share/yum-arch")

Ok, berikutnya kita jalankan, masih komplen paket pirut. Pirut not found katanya. Dan ternyata, di Fedora9 ini, pirut sudah almarhum. Banyak juga yang misuh. Jadi gimana dong, pirut.py nggak ada di gnome-packagekit, pengganti pirut. Ya sudah kita uninstall aja gnome-packagekit-nya, dan download pirut-nya.. Kita ganti pirut.

yum remove gnome-packagekit
rpm -ivh pirut-1.3.31-1.fc8.noarch.rpm

Lalu kita jalankan revisor. Rupanya belum kelar juga. Komplen kalau hardwareList.py nggak ada. Dicari sana-sini, ternyata masuk paket system-config-kickstart

yum install system-config-kickstart
revisor

revisor.pngvoila! Jadi berepot-repot untuk apa sih? emm ini, revisor bisa bantu saya bikin comps.xml, dan grouping paket, tanpa harus repot mikirin dependensi. Ujungnya? Untuk remaster Fedora.

Tips Menghadapi Pelanggan dalam Pengembangan Software

February 11, 2008

Sudah lama nggak nulis tentang kerjaan. Ini saya mau nulis. Mungkin bermanfaat, terutama buat Anda yang freelancer, ronin, atau software house yang mengembangkan perangkat lunak berdasarkan permintaan pelanggan. Bisa juga untuk desainer web. Ini semua normatif dan non teknis.

  1. Hindari ngomong jorok
    Buat programmer web yang tiap hari ngurusin program, kata-kata CSS, Ajax, Javascript, PHP, Server, OOP adalah bahasa sehari-hari. Padahal kalau menghadapi pelanggan, itu adalah bahasa jorok yang harus dihindari. Jangan ngomongin jargon. Tetap fokus kepada kebutuhan pelanggan dan bagaimana menyelesaikan masalahnya. Memang di saat tertentu, kadang jargon dibutuhkan untuk menjelaskan sesuatu yang memang tidak ada padanannya. Tapi sebisa mungkin hindari. Jika memang terpaksa, jelaskan dengan sebisa mungkin.
  2. Kerjain PR-nya
    Kadang sebuah program tidak cukup hanya menjalankan fungsinya saja. Kemudahan dalam pengoperasiannya (kata preman pasar: faktor usability) biasanya sangat membantu pelanggan dalam meningkatkan produktifitas. Buat yang malas, mungkin kepikiran begini, jangankan memikirkan usability, software-nya jalan aja sudah bagus. Atau kalaupun jalan, dokumentasinya malas bikin. Yah, saya jamin, kalau begini tetap dipelihara, seumur hidup akan ngoding terus. hehehe.. itu juga kalau masih dipakai sama orang.
  3. Tepat Waktu
    Ini klasik dalam mengerjakan proyek. Tunda-tunda terus. Seperti sekolah dulu. Belajar kalau ada ujian. Kerjain proyek kalau sudah mepet deadline. Akhirnya minta kelonggaran waktu. Akhirnya biaya bengkak, pelanggan ngomel-ngomel. Padahal rumusnya simpel saja di mulut: jangan telat 🙂
  4. Tetap Berkomunikasi
    Kadang kala dalam pengerjaan, seringkali putus komunikasi dengan pelanggan. So, sering-seringlah komunikasi. Paling nggak kirim email, tanyain programnya dipakai atau tidak. Biasanya kalau sering ngobrol, sering muncul proyek-proyek sambilan lainnya. Di samping itu, hubungan personal yang baik, akan membantu saat ada masalah teknis atau administratif antar institusi.
    Atau kalau pas dalam pengerjaan, selalu beritakan kepada pelanggan. Meskipun program telat, programmer ngambeg atau pindah. Ya memang jangan semua urusan dapur, tapi semua hal yang nantinya akan berefek kepada pelanggan, beritakanlah.
  5. Semua pelanggan sama
    Mau besar, mau kecil, mereka semualah yang membayar hasil kerja. Perlakukanlah semuanya sama. Kan begitu diputuskan untuk diambil, Anda pasti sudah memutuskan bahwa itu proyek memang penting untuk diambil. Entah alasan harganya yang bagus atau kebutuhan teknisnya yang menantang.
  6. Jangan cuma sekedar bikinin program
    Selalu segarkan pengetahuan Anda tentang teknologi-teknologi baru, tren dan isu-isu hangat seputar bahasa pemrograman yang Anda gunakan. Ini semua efeknya untuk memperbaiki sistem yang Anda buat untuk pelanggan.

Hmm penting nggak sih nulis yang beginian? Mungkin Anda semua tahu apa yang seharusnya dilakukan, cuma pas ditengah-tengahnya tetap saja malas. Yah, anggap saja tulisan ini sebagai pengingat.

Manajemen Pengembangan Perangkat Lunak Bebas

March 11, 2007

  officiallogo-nd-75.jpgPengembangan Perangkat Lunak Bebas (PLB/Free Software) yang berbasis komunitas, memiliki bentuk meritokrasi. Dalam arti, siapa yang berkontribusi paling banyak, akan memiliki pengaruh yang paling kuat dalam komunitas. Namun dalam prakteknya, seringkali tidak semudah itu. Kadang dalam pengembangan PLB yang di danai oleh sebuah perusahaan, lebih mendahulukan kepentingan perusahaan daripada meritokrasi yang lazim berjalan. Untuk itu, beberapa sistem telah dibuat agar meritokrasi ini berjalan baik, dan setiap kontributor memperoleh kredit yang layak. Sistem yang telah teruji adalah Tujuh Langkah Debian. Sedangkan Fedora sendiri, saat ini sedang mencoba menyusun birokrasinya. Seperti apakah?

Tujuh Langkah Debian

1. Pendaftaran
Para pengembang yang mendaftar ke Debian, harus menyetujui sebuah Kontrak Sosial, memiliki identitas yang jelas, kemampuan teknis yang cukup, waktu luang yang cukup, dan syarat untuk menjadi advokat (menjawab jika ada pertanyaan seputar Debian/juru bicara).

2. Identifikasi
Mempersiapkan kunci publik sebagai bahan untuk identitas dalam komunikasi. Debian menggunakan OpenPGP dalam mengatur kunci publik/privat.

3. Filosofi dan Prosedur
Memahami Kontrak Sosial, dan memahami prosedur yang ada dalam komunitas Debian. Prosedur tersebut mencakup Sistem Penanganan Bug, Mekanisme Mengeluarkan Produk (Release Process), dan internasionalisasi/lokalisasi.

4. Tugas dan Kemampuan
Mampu mengatur paket program, dokumentasi, debug, pengujian dan menambal program (patching)

5. Rekomendasi
Setelah semua proses tersebut bisa dibuktikan, dengan cara bekerja sama dengan seorang Application Manager, pelamar harus membuat laporan yang ditujukan kepada Debian Account Manager, dengan terlampir surat rekomendasi dari Application Manager yang menyatakan pelamar tersebut diterima atau tidak.

6. Pengecekan
Account Manager akan mengecek laporan dan rekomendasi pelamar dengan menggunakan standar cek list. Jika ada masalah atau kekurangan data, maka akan dikembalikan kepada Application Manager.

7. Keputusan Akhir
Debian Account Manager akan membuat keputusan akhir dan membuat account bagi pelamar yang bersangkutan.

Mekanisme tersebut telah berjalan bertahun-tahun dan menjadi bukti berjalan sistem meritokrasi dalam komunitas pengembangan PLB.

Sistem Fedora

Fedora merupakan sebuah komunitas yang dibentuk oleh RedHat untuk meneruskan pengambangan distro RedHat (yang dipecah ke dalam beberapa sub proyek) versi komunitas. Pintu yang terbuka terlalu lebar untuk komunitas ternyata menimbulkan masalah tersendiri bagi Fedora, untuk itu mereka mengajukan sistem level yang akan membatasi para pengembang baru ke dalam beberapa level. Sistem ini diusulkan pertama kali oleh Warren Togami.

FD0, Tahap Percobaan/Pelatihan
FD1, Pemelihara Paket, pelanggan fedora-maintainers, bisa memelihara paket yatim (terpisah dari tree aplikasi).
FD2, Memperoleh akses untuk membuat paket sendiri dan masuk ke dalam tree aplikasi.
FD3-FD4, Boleh mengundang siapa saja ke fedora-maintainers, mengambil alih paket yatim,
FD5, Level Sponsor mengatur beberapa paket program, memberikan ijin pengambil-alihan paket program
FD6, Level sponsor lebih tinggi

Apakah eksperimen Fedora dengan sistem meritokrasi baru ini akan berhasil sebagaimana Debian? Kita lihat hasilnya.

Hukum Persepsi

March 9, 2007

Saat membaca salah satu hukum Marketing yang dikemukakan oleh Jack Trout dan Al Ries, saya teringat tentang Linux vs Microsoft.

THE LAW OF PERCEPTION: “Marketing is not a battle of products, it’s a battle of perceptions.”
a. All that exists in the world of marketing are perceptions in the minds of the customers.
b. The perception is the reality. Everything else is an illusion.
c. It is what people think about the brand that makes it a winner or a loser. They believe what they want to believe.

Saat menjelaskan Linux kepada masyarakat, saya banyak menemui betapa para advokator Linux mati-matian menjelaskan fungsi dan keunggulan Linux, baik dalam harga, keamanan, kemandirian dan sebagainya yang menyangkut fungsionalitas ataupun hal-hal lain.

Tapi pernahkah dipikirkan apa yang sebetulnya menjadi persepsi masyarakat terhadap Linux. Bagaimana mengubah persepsi yang negatif dan memperkuat persepsi yang positif.

Persepsi positif: stabil (jarang restart), aman (hampir tidak pernah kena virus).

persepsi negatif: sulit, banyak hardware yang belum didukung.

persepsi yang bisa positif dan bisa negatif: hanya untuk hobbyist/para ahli, gratis.

Jika sudah dipetakan persepsi tersebut, maka yang perlu dilakukan adalah memperkuat yang positif . Untuk kestabilan, perlu diadakan kontes paling lama uptime mesin Linux. Untuk keamanan, perlu diadakan sayembara membuat virus Linux. Atau sebaliknya (ini bukan saran. Efek diluar tanggung jawab penulis), tips and trick membuat virus di Windows dalam 5 menit.

Untuk persepsi negatif, bisa diatasi dengan informasi atau panduan. Misalnya panduan resmi bagaimana menginstal berbagai macam printer di berbagai macam Linux. Atau informasi, jika ada vendor yang menyatakan dukungan driver terhadap Linux harus diekspos habis-habisan.

Untuk persepsi tengah-tengah, harus diplot sedemikian rupa sehingga menjadi positif. Misalnya bahwa Linux untuk para hobbyist, digetoktularkan kalau sudah memakai Linux itu berarti jago, dipuji sebagai orang yang memiliki kemampuan IT di atas rata-rata 🙂 Jangan lupa, perception is reality.

Terakhir, jika dari awal sudah ketemu orang yang antipati, lebih baik jangan dilayani. Cari saja orang yang belum pernah mendengar Linux sama sekali, bahkan belum pernah memakai komputer sama sekali. Dan sebarkan ajaran Linux untuk mereka … 🙂