Segregated Witness

Buat penggiat Bitcoin, tentu sering mendengar istilah SegWit atau segregated witness. Secara harfiah dapat diterjemahkan sebagai ‘pemisahan saksi’. Apa sebetulnya SegWit ini? Kenapa ada pro kontra? Apa pengaruhnya bagi Bitcoin secara umum? Berikut penjelasan singkatnya.

Lanjutkan membaca Segregated Witness

Cryptocurrency Sebelum Bitcoin

Sebelum lahir sebagaimana yang kita kenal saat ini, ada banyak teknologi yang melatar belakangi, mempengaruhi bahkan dijadikan dasar bagi Bitcoin. Usulan membuat mata uang yang tidak tergantung dengan bank sentral, dan nilainya murni ditentukan oleh pertukaran, adalah salah satu motivasi penting dalam membuat mata uang kriptografi (cryptocurrency). Berikut sedikit gambaran, apa saja yang pernah dibuat untuk membuat mata uang kriptografi ini. Lanjutkan membaca Cryptocurrency Sebelum Bitcoin

Ekosistem Python di Ethereum

Meskipun Ethereum dibuat oleh Vitalik Buterin dalam bahasa Python, namun dalam perkembangannya, Python agak ditinggalkan dalam pengembangan Ethereum. Yang paling banyak digunakan adalah bahasa Go, di mana Go-Ethereum (geth) sebagai node client (Ethereum Virtual Machine di dalamnya) secara de facto paling lengkap dan banyak digunakan. Python-pun hanya sekedar wrapper untuk memanggil geth (py-geth). Lalu apa saja perangkat lunak apa saja yang bisa digunakan untuk pengembangan Ethereum?

Lanjutkan membaca Ekosistem Python di Ethereum

Multi Proses dengan Python

Berawal dari server yang bengong karena proses for-loop yang berkepanjangan, saatnya untuk eksplorasi multi proses di Python. Artinya saat looping, proses akan dikerjakan oleh ‘worker’, sehingga loop bisa berlanjut ke baris berikutnya. Cocok untuk pemrosesan data per baris, seperti query lalu update satu-satu dengan proses panjang, atau proses unggah berkas per baris untuk satu persatu dimasukkan dalam database.

Ada beberapa alternatif: Lanjutkan membaca Multi Proses dengan Python

Kecerdasan Buatan – Pekerjaan Anda akan digantikan Robot

kecerdasan-buatanSaat membicarakan Kecerdasan Buatan, pertanyaan paling sering muncul adalah, pekerjaan apa saja yang akan digantikan oleh robot. Ciri pekerjaan ini adalah dilakukan berulang-ulang, dengan ritme dan parameter yang bisa ditebak. Mungkin yang Anda pikirkan adalah pekerjaan klerikal (administrasi), keuangan, pekerjaan kebersihan dan sejenisnya. Namun riset yang dilakukan oleh McKinsey & Company menunjukkan lain.

Lanjutkan membaca Kecerdasan Buatan – Pekerjaan Anda akan digantikan Robot

Penerjemahan Frasa Teknologi

Menerjemahkan frasa teknologi, terutama yang bersifat teknis, membutuhkan seni tersendiri. Lebih khusus lagi penerjemahan frasa-frasa dalam bahasa pemrograman. Berikut beberapa contoh frasa:

class dan object

Saat menemukan istilah class dan object, apakah kita akan membiarkan sebagaimana aslinya, ataukah diterjemahkan menjadi kelas dan obyek? Misal dalam contoh kalimat berikut:

Kita membuat kelas baru dengan statemen `class` yang diikuti nama kelasnya. Kemudian, kita membuat obyek/wujud dari kelas ini dengan nama kelas yang diikuti oleh kurung kurawal. Ini disebut sebagai perwujudan.

Lihat perbedaannya jika beberapa frasa tidak diterjemahkan:

Kita membuat class baru dengan statemen `class` yang diikuti nama class-nya. Kemudian, kita membuat object dari kelas ini dengan nama class yang diikuti oleh kurung kurawal. Ini disebut sebagai instantiation.

Menurut saya pribadi, frasa-frasa tersebut harus diterjemahkan. Buat sebagian programmer, kata instance atau instantiate sudah punya bentuk sendiri dalam otaknya. Namun saat kita sebut dengan ‘mewujud‘, mungkin bayangan itu berbeda lagi. Dan menurut saya lebih jelas dalam penggambarannya di otak.

Drupal 6 ke Drupal 7

Beberapa catatan singkat dari Drupal 6 ke Drupal 7:

  1. File attachment dihilangkan. Sebagai gantinya, CCK masuk ke dalam core (harusnya Drupal melakukan ini sejak lama), dan file field type sudah ada di dalamnya. Jadi diganti dengan itu. Jika ingin menambahkan lebih dari satu attachment, bisa diset di jumlah maksimal filenya (maksimal ada 10). Uniknya, tidak seperti di Drupal 6 yang jika diisi lebih dari satu, semua field tampil berjejer (misalnya field type image, maksimal 3, maka di form entrian akan muncul 3 field langsung), tapi seperti upload module yang bisa menambahkan setelah file sebelumnya terupload.
  2. Password tidak lagi menggunakan md5. Jadi kalau lupa password, tidak bisa diganti langsung via md5 di MySQL, melainkan harus digenerate ulang hashnya. Cara membuat ulang passwordnya dengan program ‘password-hash.sh’ yang ada di folder script di instalasi Drupal 7 Anda.

    <drupal_instal_dir>/scripts/password-hash.sh 'password-baru' <drupal_instal_dir>

  3. Koneksi dari taxonomy ke content type, tidak diset dari taxonomy, melainkan disambungkan lewat CCK, dengan penambahan field bertipe ‘Term Reference’

Update 9 Maret 2012

  1. Untuk menampilkan form registrasi pada node, jika diDrupal 6 cukup dengan memanggil:

    print drupal_get_form('user_register')
    maka di Drupal 7, dipanggil dengan

    print drupal_render(drupal_get_form('user_register_form'))

     

  2. Pada template region, Drupal 6 langsung memanggil variabel nama region, dan langsung mencetaknya di layar. Misalnya untuk region $sidebarleft, di Drupal 6 cukup diprint $sidebarleft

    sedangkan Di Drupal 7, dipanggil dengan

    render($page['sidebar_first'])

    Untuk penamaan variabel ini bisa melihat template-template yang ada (Bartik sebagai template baku)

Begitu dulu catatan singkatnya. Jika ketemu yang lain akan saya update posting ini.

Open Social Network

Jejaring SosialMencari platform open social networking yang mau dipakai untuk produk di Ocentrum, saya mencoba beberapa platform:

  1. Elgg

    Kelihatannya ini platform yang paling ideal. Dibuat menggunakan PHP5, dengan fungsi-fungsi yang sederhana. Memang ditujukan untuk itu. Agar bisa dikembangkan. Sebagai platform dasar, elgg menjalankan tugasnya dengan baik. Bisa override fungsi seperti Drupal, sehingga tidak perlu otak-atik core-nya untuk mengganti sesuatu. Ini agar bisa diupgrade tanpa mengganggu situs produksi. Banyak fungsinya yang spesifik PHP5 membuat saya harus buka kebetan lagi. Kelemahannya satu, dokumentasinya masih sedikit, dan plugin komunitasnya belum terlalu banyak (halah, sudah gratis minta slamet). Lisensinya juga GPL

  2. PHPIzabi

    Ini sudah lama dicoba. Kelemahannya ada di lisensinya, yang sangat terbatas. Dan source codenya tidak terlalu rapi.

  3. iSocial

    Belum sempat coba. Tapi kelihatannya cukup menjanjikan. Lisensinya GPL.

  4. Spree

    Lebih ke sharing knowledge. Mungkin cocok untuk helpdesk Linux.

Baru itu cobanya. Ada juga yang berplatform RoR, Insoshi. Kelihatan simpel dan mirip aplikasi bikinan 37signals. Tapi sekarang belum waktunya belajar bahasa baru.

Sebelumnya sudah oprek Drupal. Tapi terlalu banyak effortnya, dan terlalu kompleks modul yang dilibatkan. Akhirnya, menggunakan Elgg. Saat ini masih coba modifikasi hingga sesuai dengan yang diinginkan.