Bisnis Barang Virtual

left Ternyata bisnis barang virtual itu uangnya besar banget. Banyak gamer yang memperjualbelikan barang-barang yang tidak ada wujudnya, hanya berupa bit di dalam komputer. Barang itu bisa berupa senjata, rumah, karakter dan sebagainya. Bisnis yang menarik? Mari belajar dari Zynga, pemain social network game yang paling besar.

Konon, kalau di kalangan warnet, ada dua game yang paling banyak dimainkan, dan banyak diperjualbelikan barangnya, yakni Point Blank dan Ayo Dance. Ponakan waktu itu pernah curhat, kalau karakter yang dia punya di point blank sudah mau ditawar satu juta, karena pangkatnya tinggi dan senjatanya banyak.

Tertarik untuk mulai?

Tarung Konsep Antara Mac dan Google

steve-jobsGoogle dan Mac sama-sama hebat di kelasnya. Mac identik dengan stylish, perfect, cool, elegance. Produk-produknya sebagian besar menjadi big hit. Sementara Google identik dengan sederhana namun masif. Produknyapun banyak yang menjadi killer apps. Terlepas dari pertarungan keduanya, ada perbedaan yang cukup mendasar antara Google dan Mac dalam menghasilkan produk.

Di Mac, dan mungkin banyak perusahaan lainnya, developer membangun produk dengan melakukan desain yang perfect, Continue reading Tarung Konsep Antara Mac dan Google

Masalah dengan Google Apps (Terutama Email)

Lagi pengen ngomong sedikit teknis. Google telah lama menyediakan Google Apps, di mana salah satu fitur favoritnya adalah email (aka Gmail). Intinya kita bisa punya alamat email domain kita sendiri, dan menggunakan enginenya Gmail. Rimbalinux, Ocentrum, dan Indobizweb adalah salah tiga penggunanya yang saya daftarin. Cool apps. Reliabel dan gratis.

Masalahnya adalah jika hosting kita menggunakan postfix dan kita ingin mengirimkan email ke domain yang masih dalam satu hosting. Misalnya saya langganan hosting Indobizweb, lalu  di dalam hostingnya ada domain:

  1. rimbalinux.com
  2. ocentrum.com
  3. dan indobizweb.com.

Misal saya kirim dari asofyan [at] ocentrum.com ke support [at] indobizweb.com, lewat SMTP-nya Ocentrum yang berada di server indobizweb.  Maka postfix pada saat mengirimkan email, dia akan menganggap bahwa indobizweb.com adalah domain local. Sehingga postfix tidak akan mencari ke MX, tapi otomatis akan dikirim ke local mailbox domain indobizweb. Dengan kata lain meskipun kita sudah membuat alamat email via Google Apps, namun karena postfix mengirimnya ke local, maka mailbox kita dianggap tidak ada.

Gimana cara mengatasinya? Ini sedikit teori:

  1. Buat satu account place holder di Gmail (karena filternya cukup mudah dibuat), yang menampung semua email tumpahan. Misal: ocentrum[at]gmail.com
  2. Mailbox yang sudah dibuat di Google Apps, dibuat juga di local mailbox. Misal: support[at]ocentrum.com
  3. Support[at]ocentrum.com di local mailbox ini diforward ke ocentrum[at]gmail.com
  4. Di akun ocentrum[at]gmail.com dibuat satu filter, di mana email yang datang yang ditujukan ke support[at]ocentrum.com akan diforward kembali ke support[at]ocentrum.com (dalam hal ini akan lari ke mailbox yang ada di Google Apps).

Kira-kira begitu. Bingung nggak sih? Abstrak banget ya.. mungkin kalau ada yang berkenan membuatkan diagram akan sangat membantu hehehe.. *taichi*

Beberapa Cukilan Model Usaha

Saat ingin memulai usaha sendiri, terutama yang baru mulai dengan modal uang pas-pasang dan segunung nekad, ada beberapa hal yang mungkin bisa direnungkan.

  1. Menciptakan sistem atau menceburkan diri ke dalam sistem?
    Buat pengagum Kiyosaki tentu masih ingat kisah tentang proyek pengadaan air bersih di sebuah desa. Ada dua kontraktor. Yang satu menyanggupi saat itu juga, dengan harga relatif mahal. Sementara satu lagi memberikan jangka waktu lama tapi lebih murah. Kontraktor satu langsung membeli ember dan mengangkut air dari lembah yang memang air berlimpah. Saat kebutuhan naik, si kontraktor menambah ember-embernya. Lalu kontraktor satu lagi pergi ke kota dan membeli pipa. Lalu dicarinya sumber air di perbukitan dan disalurkan lewat pipa-pipa ke desa.

    Keduanya sama-sama berusaha memberikan air bersih kepada masyarakat, tapi ada yang beda. Kontraktor 1 menceburkan diri ke dalam sistem. Jika dia sakit, air tidak akan terangkut dan dia kehilangan pendapatan. Jika kebutuhan meningkat, dia harus menyewa pembantu, dan dia harus mengatur pembantu-pembantunya agar air terangkat dengan baik. Pada satu titik, dia terjebak di bidang usahanya. Sedangkan kontraktor dua, begitu air mengalir lewat pipa, mengalirlah terus. Kalau dia sakit, air tetap mengalir. Pendapatan tetap berjalan. Memang di satu titik, kontraktor satu dapat saja menciptakan sistem dengan merekrut orang-orang pengangkut air, serta merekrut seorang mandor untuk mengawasinya. Tapi untuk sampai ke tahap itu, prosesnya lama dan jarang orang bisa keluar dari sistem sehingga usaha dapat berjalan tanpa adanya dirinya. Lagipula, semakin besar mengejar profit, semakin besar pula skala usahanya, yang berarti semakin kompleks. Sedangkan pada kontraktor 1 lagi, penambahan request cukup dengan penambahan pipa.

    Saya sering curhat kepada teman tentang hal ini. Pertanyaannya mudah saja, jika saya memutuskan untuk ekspedisi ke everest selama 3 bulan, apakah usaha saya masih dapat berjalan?

  2. Uang kecil seminggu sekali atau uang besar tapi setahun sekali?
    Dalam memilih bentuk usaha, juga harus dikenali bagaimana menghasilkan uang. Biasanya semakin mahal barang yang dijual, lakunya semakin jarang. Tapi sekali laku bisa dipakai untuk hidup setahun.

    Sebagai pemula, dan dengan modal relatif kecil, bentuk uang kecil seminggu sekali lebih baik daripada uang besar tapi setahun sekali. Dalam perusahaan, kelancaran uang keluar dan masuk seperti lalu lintas darah di tubuh. Sekali tersendat, bisa semaput. Kecuali kalau punya stok darah yang cukup kuat. Kebanyakan usaha kecil tidak punya.

Itu menurut saya dua elemen yang sangat penting untuk ditanyakan kembali dan kembali pada saat akan memulai usaha, apapun bentuknya. Atau pada saat usaha itu berjalan. hmm serius pisan ei..