Strategi

Strategi - image by tim MaherDari sekian banyak pilihan yang ada dihadapannya, mana yang harus diambil? Setiap detik, ia selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan. Ke kiri? Ke kanan? Jalan terus? Bertahan terhadap profesi sekarang? Pindah kerja? Lewat mana ke kantor hari ini? Seringkali keputusan diambil tanpa sadar. Otomatis ke kantor lewat jalan yang itu. Setiap akhir pekan juga melakukan kegiatan yang itu. Semua serba bawah sadar. Setiap jam. Setiap hari. Setiap minggu. Setiap tahun. Kadang ia merasa waktu berlalu begitu cepat. Lanjutkan membaca Strategi

Sesak

SesakJika kamu terbebani dengan kesulitan-kesulitan yang ada di depan, maka kamu tidak bisa bergerak. Apa yang harus kamu lihat? Kamu sedang menilai diri sendiri. Kamu sedang berdialog dengan Tuhan. Apa rencana-Nya? Kenapa dadamu terasa sempit?

Kesempitan itu muncul saat kamu menginginkan sesuatu, yang lebih besar dari kemampuan kamu. Apakah kamu harus melepaskan keinginan tersebut? Lalu hidup dalam kondisi saat ini? Jika demikian apakah bukan berarti kamu sudah menyerah? Ada semacam paradoks antara ‘bersyukur terhadap apa yang dimiliki’ dengan ‘mencoba meraih yang lebih besar, untuk tahu berapa jauh batasmu’. Lanjutkan membaca Sesak

Kecerdasan Buatan – Pekerjaan Anda akan digantikan Robot

kecerdasan-buatanSaat membicarakan Kecerdasan Buatan, pertanyaan paling sering muncul adalah, pekerjaan apa saja yang akan digantikan oleh robot. Ciri pekerjaan ini adalah dilakukan berulang-ulang, dengan ritme dan parameter yang bisa ditebak. Mungkin yang Anda pikirkan adalah pekerjaan klerikal (administrasi), keuangan, pekerjaan kebersihan dan sejenisnya. Namun riset yang dilakukan oleh McKinsey & Company menunjukkan lain.

Lanjutkan membaca Kecerdasan Buatan – Pekerjaan Anda akan digantikan Robot

Fokus

Waktu adalah sumber daya yang paling langka, dan tidak bisa dikomoditikan. Anda tidak bisa mereplikasi waktu. Mungkin bisa melipatnya. Namun waktu dari dulu hingga sekarang, setiap dari kita dijatah sama setiap hari, meskipun total akhirnya bisa berbeda. Demi waktu, Anda harus mengerjakan sesuatu yang benar-benar penting. Sibuk bukan berarti Anda menghabiskan waktu lebih bernilai. Sebab kesibukan berbeda dengan produktivitas.

Fokus adalah salah satu titik yang paling penting, dalam bertanding melawan waktu. Sekarang jaman milenial. Mengerjakan beberapa hal bersamaan sudah biasa. Apalagi kita dikelilingi oleh teknologi yang pada dasarnya adalah sumber distraksi. Informasi berserakan di mana-mana sehingga harus bisa memilah. Pemenangnya bukanlah pe
nguasa informasi, tapi yang mampu memilah informasi sehingga mendukung apa yang menjadi fokus bagi dirinya.

FokusUntuk bisa fokus Anda harus menetapkan tujuan. Sebab antara titik Anda dan titik tujuan Anda, ada satu garis lurus yang menyambungkannya, dan disitulah fokus membentang. Hanya di garis itu. Sebab fokus pada hal yang tidak membawa Anda ke tujuan juga merupakan hal sia-sia. Jadi apa fokus Anda hari ini?

Mochtar Riady – Manusia Ide

mochtar riady
Mochtar Riady baru saja menerbitkan otobiografi (dan biografi) dalam rangka ulang tahunnya yang ke 86. Membaca kisahnya, tidak ada kesan lain, selain kekaguman. Memang tidak sempurna, namun saya paham cukup banyak jalan pikirannya. Lebih mengutamakan sistem yang baik, efisiensi. Pengembangan SDM. Membuat satu hal hingga berjalan. Merintis lain yang baru. Merumuskan standar baru. Menggabungkannya dalam satu sistem. Yang penting, mencari peluang di saat seluruh kondisi sedang sulit.

Lowest Common Denominator

Selain dia, konglomerat lain yang saya pernah baca kisahnya adalah William Soeryadjaya. Dari kedua-nya, persamaan yang saya temukan:

  1. Sangat menjaga kepercayaan
  2. Religius
  3. Menghormati setiap orang, meskipun orangnya berbeda

Pengembangan Produk Startup

Istilah agile software development sudah dikenal dalam pengembangan perangkat lunak, sebagai anti tesa terhadap sistem waterfall model. Dalam pengembangan produk bagi startup, paradigma ini juga dipakai. Mantranya adalah Plan (merencanakan), Design (desain), Launch (terbitkan), Measure (ukur), atau dalam artikel ini kita singkat sebagai PDML. Lanjutkan membaca Pengembangan Produk Startup

Penerjemahan Frasa Teknologi

Menerjemahkan frasa teknologi, terutama yang bersifat teknis, membutuhkan seni tersendiri. Lebih khusus lagi penerjemahan frasa-frasa dalam bahasa pemrograman. Berikut beberapa contoh frasa:

class dan object

Saat menemukan istilah class dan object, apakah kita akan membiarkan sebagaimana aslinya, ataukah diterjemahkan menjadi kelas dan obyek? Misal dalam contoh kalimat berikut:

Kita membuat kelas baru dengan statemen `class` yang diikuti nama kelasnya. Kemudian, kita membuat obyek/wujud dari kelas ini dengan nama kelas yang diikuti oleh kurung kurawal. Ini disebut sebagai perwujudan.

Lihat perbedaannya jika beberapa frasa tidak diterjemahkan:

Kita membuat class baru dengan statemen `class` yang diikuti nama class-nya. Kemudian, kita membuat object dari kelas ini dengan nama class yang diikuti oleh kurung kurawal. Ini disebut sebagai instantiation.

Menurut saya pribadi, frasa-frasa tersebut harus diterjemahkan. Buat sebagian programmer, kata instance atau instantiate sudah punya bentuk sendiri dalam otaknya. Namun saat kita sebut dengan ‘mewujud‘, mungkin bayangan itu berbeda lagi. Dan menurut saya lebih jelas dalam penggambarannya di otak.

Kerja

Apa yang harus saya kerjakan? Dan apa yang tidak perlu saya kerjakan? Semua adalah sedekah, tapi sedekah mana yang paling bernilai? Ada empat pilihan:

  1. Saya tidak suka, namun efeknya besar
  2. Saya tidak suka, dan tidak ada efeknya
  3. Saya suka banget, tapi tidak ada efeknya
  4. Saya suka, dan efeknya besar

Dari 4 pilihan tersebut, jelas saya harus memilih yang nomor 4. Masalah berikutnya adalah, saya tidak bisa mendefinisikan apa yang benar-benar saya suka. Masalah berikutnya adalah efek buat siapa? Buat keluarga, atau masyarakat umum? Hari memang penuh dengan pertanyaan yang butuh ketegasan untuk menjawab.