Posted
on July 26, 2010, 4:30 pm,
by fade2blac,
under
Uncategorized.
Kadang, gerak itu menakjubkan. Kenapa hari ini saya pinjam motor dan bergerak menuju ke suatu tempat? Untuk mencapai tujuan tertentu. Lalu tujuan itu, darimana datangnya? Dari niat. Niat dari mana datangnya? Niat itu datang dengan sendirinya. Niat itu adalah landasan segala gerak. Setiap kejadian bisa dijelaskan dari niat masing-masing benda bergerak dari satu tempat ke tempat lain.
Kadang kita merasa bisa mengontrol niat kita. Gerak kita. Kadang berjalan begitu saja. Seperti mekanik. Dan kadang pula, niat juga terhalang geraknya oleh gerak lain yang juga didorong oleh niat yang lain pula. Siapa yang mengatur niat-niat ini. Bagaimana niat-niat ini bisa sejalan, dan jika bertabrakan, kita tidak bisa berbuat apa apa selain menabraknya. Niat. Niat. Niat. Kenapa niat itu muncul dalam benak. Kita tak pernah tahu. Muncul begitu saja. Mungkin berasal dari akumulasi niat-niat sebelumnya, yang setelah diolah oleh otak.. menjadi niat baru. Gerak baru. Tanpa sanggup kita menahannya sedikitpun. Laa haula wala kuwwata illa billah.. Tiada daya dan upaya melainkan Engkau ya Rabbi.

Foto diambil dari Gizmodo
CIA the World Factbook menunjukkan bahwa Brunei negara yang pimpinannya tidak dipilih secara demokrasi punya GDP/PPP $ $52.000 per kapita (2008), sedangkan Zimbabwe yang kepala negaranya dipilih melalui pemilihan umum punya GDP/PPP hanya $200 per kapita (2008). Jadi demokrasi tidak punya kaitan dengan kemakmuran. Artinya, penekanan pada keterwakilan sebagai prasyarat kemakmuran adalah tidak relevan.
Ada cara yang paling mudah untuk produktif. Malam hari, sebelum tidur, buat catatan 5 hal paling penting yang akan dilakukan esok hari. Jika dirasa masih cukup, tambahkan lagi, hingga bisa selesai semua satu hari.
Lalu keesokan harinya, jalankan satu demi satu ceklist tersebut. Lakukan ini secara rutin. Secara teori mudah. Namun prakteknya, melakukan hal yang sama berulang tiap hari, sungguh membosankan. Biar nggak bosan, tambahkan reward and punishment sendiri. Mudah bukan? Teori.. Read the rest of this entry »
Jupe mau nyalonin jadi wakil bupati Pacitan. Inul juga nyalonin. Dan banyak artis lain juga. Dan mereka mau nyalonin karena ada partai yang minta. Ini bukan masalah moral, atau bodoh pintar. Ini pragmatisme. Selama pilkada menyoblos foto, pemilih kemungkinan besar akan menyoblos wajah yang mereka sudah familiar. Tidak asing lagi. Jadi yang diuntungkan, selama sistemnya masih seperti ini, adalah artis. Kemampuan tidak penting. Yang penting menang dulu. Sudah banyak contohnya. Read the rest of this entry »
Google dan Mac sama-sama hebat di kelasnya. Mac identik dengan stylish, perfect, cool, elegance. Produk-produknya sebagian besar menjadi big hit. Sementara Google identik dengan sederhana namun masif. Produknyapun banyak yang menjadi killer apps. Terlepas dari pertarungan keduanya, ada perbedaan yang cukup mendasar antara Google dan Mac dalam menghasilkan produk.
Di Mac, dan mungkin banyak perusahaan lainnya, developer membangun produk dengan melakukan desain yang perfect, Read the rest of this entry »
Seringkali saat ingin melakukan sesuatu, di perjalanan melakukan hal lain. Banyak aktivitas yang nggak perlu. Gerakan tambahan. Pagi dari rumah berangkat ke kantor, niat udah mau menyelesaikan dokumen. Baru membuka dokumen, ingat masih ada satu email yang belum di balas kemarin. Dibukalah email. Ternyata ada pemberitahuan dari Facebook, seseorang berkomentar terhadap status yang kita set bulan lalu. Komentarnya lucu. Sayang kalau nggak ditimpalin.
Read the rest of this entry »
Posted
on September 6, 2009, 11:58 am,
by fade2blac,
under
Bukan Lain-lain.
Setelah sekian lama hiatus, saya coba upgrade wordpressnya, sekaligus themenya. Upgrade berjalan mudah. Cukup salin semua file php di direktori paling atas (index.php dan teman-temannya), direktori wp-admin, direktori wp-includes
Setelah itu muncuk pesan bahwa databasenya belum kompatibel. Klik Upgrade sekali, langsung jalan. Theme juga diupgrade agar lebih sederhana. Materi akan diupdate menyusul.
See no evil. Hear no evil. Membaca media saat ini semua terasa baik-baik saja. Paling tidak begitu menurut sebagian besar orang di sekitar. Tapi tetap ada yang mengganggu. Gangguan itu yang mendorong tulisan ini. Sedikit tulisan tentang Simulacra. Frasa tersebut sangat sering dibahas di buku ‘Sebuah Dunia yang Dilipat’, buku favorit saya karangan Bpk Yasraf Amir Pilliang. Lalu dalam film The Matrix, bahasan tentang simulacra juga muncul. Itu terjadi saat Neo menyimpan softwarenya, Read the rest of this entry »
Posted
on April 16, 2009, 5:16 pm,
by fade2blac,
under
Nafas.