Mengatasi Kemalasan

Sebelum mencoba, pertama harus diidentifikasi dulu apakah ini kemalasan, atau kelelahan. Kadang badan perlu istirahat cukup, tidur cukup, makan cukup. Jika memang sudah yakin bahwa bukan kelelahan, maka perlu digali lagi kemalasan itu karena apa. Menurut Leon F. Seltzer, mencap diri sendiri atau orang lain malas, merupakan penyederhanaan dari masalah yang sesungguhnya. Seperti demam, kemalasan adalah simtom dari ketidaktertarikan terhadap apa yang di depan mata. Apa penyebab ketidaktertarikan itu? Andalah yang tahu.

Selain mencari penyebab kehilangan interes dan mengembalikannya, memvisualkan makna dan tujuan, rasa malas juga bisa di atasi dengan membangun kebiasaan. Kebiasaan terbangun lewat satu aktivitas kecil yang menjadi pemicu, sehingga menjadi rantai penyebab tindakan berikutnya. Saya malas juga menyelesaikan tulisan ini. Saya menulis ini untuk membangun rantai, membangun tenaga, untuk menyelesaikan tugas-tugas lain yang lebih berat.

Bagaimana Konsisten Terhadap Tujuan Sulit?

so-much-cocaineKita hidup hampir sebagian besar digerakkan oleh alam bawah sadar. Karena sudah terlalu sering melakukannya, otak secara otomatis akan membangun kemampuan untuk dapat menjalankan satu aktivitas tanpa proses berfikir. Ini menjadi kebiasaan yang membentuk diri kita saat ini. Lalu, bisakah kita hentikan kebiasaan buruk atau membuat kebiasaan baru untuk hal-hal yang sudah mendarah daging? Bisa. Begini caranya. Lanjutkan membaca Bagaimana Konsisten Terhadap Tujuan Sulit?