Drupal 6 ke Drupal 7

Beberapa catatan singkat dari Drupal 6 ke Drupal 7:

  1. File attachment dihilangkan. Sebagai gantinya, CCK masuk ke dalam core (harusnya Drupal melakukan ini sejak lama), dan file field type sudah ada di dalamnya. Jadi diganti dengan itu. Jika ingin menambahkan lebih dari satu attachment, bisa diset di jumlah maksimal filenya (maksimal ada 10). Uniknya, tidak seperti di Drupal 6 yang jika diisi lebih dari satu, semua field tampil berjejer (misalnya field type image, maksimal 3, maka di form entrian akan muncul 3 field langsung), tapi seperti upload module yang bisa menambahkan setelah file sebelumnya terupload.
  2. Password tidak lagi menggunakan md5. Jadi kalau lupa password, tidak bisa diganti langsung via md5 di MySQL, melainkan harus digenerate ulang hashnya. Cara membuat ulang passwordnya dengan program ‘password-hash.sh’ yang ada di folder script di instalasi Drupal 7 Anda.

    <drupal_instal_dir>/scripts/password-hash.sh 'password-baru' <drupal_instal_dir>

  3. Koneksi dari taxonomy ke content type, tidak diset dari taxonomy, melainkan disambungkan lewat CCK, dengan penambahan field bertipe ‘Term Reference’

Update 9 Maret 2012

  1. Untuk menampilkan form registrasi pada node, jika diDrupal 6 cukup dengan memanggil:

    print drupal_get_form('user_register')
    maka di Drupal 7, dipanggil dengan

    print drupal_render(drupal_get_form('user_register_form'))

     

  2. Pada template region, Drupal 6 langsung memanggil variabel nama region, dan langsung mencetaknya di layar. Misalnya untuk region $sidebarleft, di Drupal 6 cukup diprint $sidebarleft

    sedangkan Di Drupal 7, dipanggil dengan

    render($page['sidebar_first'])

    Untuk penamaan variabel ini bisa melihat template-template yang ada (Bartik sebagai template baku)

Begitu dulu catatan singkatnya. Jika ketemu yang lain akan saya update posting ini.

Open Social Network

Jejaring SosialMencari platform open social networking yang mau dipakai untuk produk di Ocentrum, saya mencoba beberapa platform:

  1. Elgg

    Kelihatannya ini platform yang paling ideal. Dibuat menggunakan PHP5, dengan fungsi-fungsi yang sederhana. Memang ditujukan untuk itu. Agar bisa dikembangkan. Sebagai platform dasar, elgg menjalankan tugasnya dengan baik. Bisa override fungsi seperti Drupal, sehingga tidak perlu otak-atik core-nya untuk mengganti sesuatu. Ini agar bisa diupgrade tanpa mengganggu situs produksi. Banyak fungsinya yang spesifik PHP5 membuat saya harus buka kebetan lagi. Kelemahannya satu, dokumentasinya masih sedikit, dan plugin komunitasnya belum terlalu banyak (halah, sudah gratis minta slamet). Lisensinya juga GPL

  2. PHPIzabi

    Ini sudah lama dicoba. Kelemahannya ada di lisensinya, yang sangat terbatas. Dan source codenya tidak terlalu rapi.

  3. iSocial

    Belum sempat coba. Tapi kelihatannya cukup menjanjikan. Lisensinya GPL.

  4. Spree

    Lebih ke sharing knowledge. Mungkin cocok untuk helpdesk Linux.

Baru itu cobanya. Ada juga yang berplatform RoR, Insoshi. Kelihatan simpel dan mirip aplikasi bikinan 37signals. Tapi sekarang belum waktunya belajar bahasa baru.

Sebelumnya sudah oprek Drupal. Tapi terlalu banyak effortnya, dan terlalu kompleks modul yang dilibatkan. Akhirnya, menggunakan Elgg. Saat ini masih coba modifikasi hingga sesuai dengan yang diinginkan.