Pas

Untuk memiliki gaya hidup yang pas-pasan, butuh keberanian dan kepercayaan tinggi. Artinya begini, tabungan pas untuk kebutuhan setiap bulan. Setiap ada kebutuhan ekstra, pas ada pendapatan tambahan. Kadang lebih sedikit. Kadang kurang sedikit. Tapi tidak pernah menjauh dari ekuilibrium. Mereka juga tidak menggunakan buffer yang banyak. Cukup buffer 3 bulan. Apakah ada penganut hidup seperti itu?

Dalam hidup pas-pasan, jika ada uang lebih, para penganutnya tidak segan membagi kepada orang lain. Apalagi jika ada yang datang dan minta bantuan. Tidak segan sama sekali. Karena percaya, pada saat nanti mereka membutuhkan sesuatu, pas ada. Ada beberapa orang memperoleh ketenangan jika ada banyak buffer. Tabungan yang cukup panjang. Sulit mengeluarkan uang, karena jika sudah keluar berarti menempatkannya pada posisi yang rentan. Orang seperti ini terlihat pelit, penuh perhitungan, bahkan kadang sampai dalam tahap yang tidak wajar. Tapi jika mereka nyaman, hal itu dapat dipahami. Sebaliknya, penganut gaya hidup pas-pasan menentang segala kepelitan. Rejeki harus mengalir. Tidak berhenti di tempat Mereka. Rejeki terus mengalir mencari berkah baru, membuat perbedaan terhadap orang-orang lain meskipun kecil.

Penganut hidup pas-pasan juga bukan penganut kepercayaan buta. Mereka tidak fatalis, semua tugas diserahkan kepada Yang Maha Kuasa. Tidak seperti itu. Mereka juga berhitung. Mereka juga punya akal sehat. Jika bekerja dengan kapasitas X, maka akan memperoleh penghasilan sebanyak Y. Mengikuti takdir atau ukuran yang ditentukan oleh Yang Maha Kuasa. Bisalah mereka berdoa untuk memperoleh rejeki yang pas, tapi apa yang sudah mereka lakukan untuk itu? Apakah mereka juga pas menggunakan waktu yang hanya 24 sehari dan besoknya direset lagi itu? Apakah mereka sudah penuh konsentrasi dalam mengerjakan tugas sehingga selesai tepat waktu? Tidak terus menerus bermain-main dengan sosial media sehingga pekerjaan terlantar?

Selamat menempuh hidup pas-pasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.