Sumber gambar:Â http://www.pecros.com/2015/01/bisnis-e-hate-bisnis-online-menyebar.htmlTidak ada tips khusus dari saya bagaimana menghentikan ini. Jika bisa, tidak perlu baca koran atau sosial media. Cukup sesekali aja menengok jika ada kebutuhan. Anda tidak akan mati meskipun tidak menengok Facebook atau nggak baca koran. Jika tidak bisa dihindari, kembangkan kesadaran jika ada sebuah artikel e-hate detected. Tidak cuma di media sosial, bahkan media-media utama pun mulai menggunakan judul-judul yang provokatif. Padahal dulu ini milik "media lampu merah". Sebuah media tentu punya misi tertentu. Dan pasti berpihak. Entah berpihak kepada siapa. Pemilihan topik, penggunaan kata-kata dalam judul, angle dan semua hal, porosnya adalah misi dan keberpihakan ini. Jadi, tidak ada media yang tidak berpihak.
Rumors are carried by haters, spread by fools, and accepted by idiots.Dan penutup renungan untuk yang muslim:
وَلاَ يَجْرÙمَنَّكÙمْ شَنَئَان٠قَوْم٠عَلَى أَلاَّ تَعْدÙÙ„Ùوا اعْدÙÙ„Ùوا Ù‡ÙÙˆÙŽ أَقْرَب٠لÙلتَّقْوَى وَاتَّقÙوا اللهَ Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ اللهَ خَبÙيرٌ بÙمَا تَعْمَلÙونَ
Dan janganlahsekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah MahaMengetahuiapa yang akan kamu kerjakan. (QS. 5:8)