Mengatasi Kemalasan

Sebelum mencoba, pertama harus diidentifikasi dulu apakah ini kemalasan, atau kelelahan. Kadang badan perlu istirahat cukup, tidur cukup, makan cukup. Jika memang sudah yakin bahwa bukan kelelahan, maka perlu digali lagi kemalasan itu karena apa. Menurut Leon F. Seltzer, mencap diri sendiri atau orang lain malas, merupakan penyederhanaan dari masalah yang sesungguhnya. Seperti demam, kemalasan adalah simtom dari ketidaktertarikan terhadap apa yang di depan mata. Apa penyebab ketidaktertarikan itu? Andalah yang tahu.

Selain mencari penyebab kehilangan interes dan mengembalikannya, memvisualkan makna dan tujuan, rasa malas juga bisa di atasi dengan membangun kebiasaan. Kebiasaan terbangun lewat satu aktivitas kecil yang menjadi pemicu, sehingga menjadi rantai penyebab tindakan berikutnya. Saya malas juga menyelesaikan tulisan ini. Saya menulis ini untuk membangun rantai, membangun tenaga, untuk menyelesaikan tugas-tugas lain yang lebih berat.

Mengubah Karakter

Anda mungkin pernah mendatangi reuni teman-teman SMP, SMA atau kuliah. Beberapa teman Anda terlihat beda secara karakter. Namun banyak teman Anda sifatnya masih sama seperti dulu. Apa yang membedakan? Kenapa sifat seseorang berubah sementara banyak orang lainnya punya sifat yang tidak berubah. Kata orang jawa, ‘watuk iso diobati, nek watak, digowo tekan mati‘. Batuk bisa disembuhkan, tapi kalau watak, dibawa sampai mati.

Banyak literatur menyebutkan bahwa karakter manusia dapat diubah, bahkan 180 derajat. Yang tadinya pemalu jadi pemberani. Yang pemalas jadi rajin. Dan doyan makan jadi nambah doyan makan 🙂 Atau sebaliknya. Bagaimana karakter bisa berubah? Lanjutkan membaca Mengubah Karakter

Bagaimana Konsisten Terhadap Tujuan Sulit?

so-much-cocaineKita hidup hampir sebagian besar digerakkan oleh alam bawah sadar. Karena sudah terlalu sering melakukannya, otak secara otomatis akan membangun kemampuan untuk dapat menjalankan satu aktivitas tanpa proses berfikir. Ini menjadi kebiasaan yang membentuk diri kita saat ini. Lalu, bisakah kita hentikan kebiasaan buruk atau membuat kebiasaan baru untuk hal-hal yang sudah mendarah daging? Bisa. Begini caranya. Lanjutkan membaca Bagaimana Konsisten Terhadap Tujuan Sulit?