Presentasi Lima Menit

Konon, Steve Jobs adalah presenter terbaik. Pernah dalam satu kisah, dalam bukunya Perfect Pitch, John Steel pernah bercerita tentang pertemuan lima menitnya bersama almarhum bos Apple tersebut. Setelah menunggu di ruang rapat selama dua jam, Steve Jobs akhirnya muncul dengan stelan khasnya dan mulai bicara.

“Baiklah,” ujar Jobs. “Perusahaan ini benar-benar sedang bermasalah. Tapi, saya percaya bahwa jika kami melakukan beberapa hal dengan sangat baik, kami dapat menyelamatkan dan mengembangkannya. Saya undang Anda hari ini karena butuh bantuan Anda.”

Dengan mengoreskan penanya di papan tulis, Jobs menggambar empat belas kotak mewakili empat belas proyek yang sedanng berjalan, semuanya bernilai ratusan juta dolar. Lalu dia mencoret semua kotak, dan menyisakan dua. “Saya mempertaruhkan masa depan perusahaan ini kepada keduanya”, lalu menunjuk kedua kotak yang bertuliskan “G4” dan “iMac”. Continue reading Presentasi Lima Menit

Rahasia Kepemimpinan

Selama ini saya mencari rahasia kepemimpinan. Bagaimana seseorang dapat memimpin dengan efektif. Yang akhirnya mencapai kesuksesan. Salah satu rahasia kepemimpinan adalah rahasia mastery, bagaimana seseorang bisa menguasai sesuatu sehingga menjadi seorang master.

Salah satu kuncinya, adalah self-assessment. Selalu menilai diri sendiri. Sadar diri. Tahu kelemahan diri. Tahu kelebihan diri. Sehingga setiap kali melakukan sesuatu, ia akan terus memperbaiki detail yang ia lakukan. Apapun yang dikerjakan. Dalam konteks mastery, seorang perenang jagoan tidak akan mikir ‘pokoknya harus menang’. Tapi ia memikirkan lekukan siku, ayunan tangan, gerakan kaki dan seterusnya, semuanya diperbaiki, proses demi proses. Detail demi detail.

Saya sering mengevaluasi diri. Dan banyak kebodohan yang dilakukan secara berulang. Serta kelemahan yang tak kunjung pergi. Hingga usia lebih dari sepertiga abad, tetap banyak celah untuk diperbaiki. Tetap saja ada khilaf dan lemah. Bagaimana dengan Anda?

Update klise:
Ternyata memang pengalaman adalah rahasia utama dalam kepemimpinan dan bisnis. Memang tidak sama masing-masing kita dalam mengambil pelajaran dari pengalaman tersebut. Tapi seringkali, kita menjalankan saja, tanpa memikirkannya akan membantu otot otak kita dalam pertimbangan pengambilan keputusan. Bukankah otak bekerja, berdasarkan pengalaman-pengalaman yang tersambung antar neuron mereka? Artinya semakin banyak pengalaman, semakin banyak neuron yang tersambung. Sehingga saat mengambil keputusan, atau bertindak, lebih banyak neuron yang terlibat. Singkatnya, cari pengalaman sebanyak mungkin dari waktu yang Anda punya. Apa saja.

Rahasia Kepemimpinan

Memiliki ‘state of mind‘ sebagai seorang pemimpin, tidaklah didapatkan oleh semua orang. Mungkin jika dijelaskan, orang akan mengerti. Tapi belum tentu paham. Apalagi memiliki ‘state of mind‘ yang menjadi awal gerak geriknya. Menurut Simon Sinek, salah satu perbedaan mendasar antara pemimpin yang menjadi inspirasi dan orang lain adalah mengetahui ‘why‘ atau kenapa, dan mengomunikasikannya, dan memperjuangkannya. Kelihatan klise? Enggak kok. Continue reading Rahasia Kepemimpinan

Rahasia Keberhasilan Usaha

Ada banyak tips tentang bagaimana berhasil menjalankan usaha. Setelah saya baca, semuanya adalah tentang ‘bagaimana memotong secara efektif’. Dalam kisah sekelompok orang yang membuka jalur menuju puncak gunung, ada hutan yang harus dibabat untuk membuka jalan. Ibaratnya membangun sebuah usaha. Continue reading Rahasia Keberhasilan Usaha

Simpleology

Ilmu simpleology sebetulnya mudah saja. Cuma tidak banyak orang yang benar-benar sadar, atau melakukan hal ini:

  1. Antara titik Anda berdiri dan Titik tujuan Anda, hanya ada satu garis lurus. Setiap percabangan adalah sia-sia. Jadi tetapkan tujuan Anda, dan lakukan hingga selesai. Saat gelas di depan meja Anda, dan Anda minum, ada banyak cara. Memerintahkan orang untuk mengambilnya. Meneriaki minuman itu agar loncat ke tenggorokan Anda. Memberikan dia motivasi agar mau dengan sukarela masuk ke mulut Anda. Atau Anda berdiri dan meminumnya.
  2. Buat visi yang jelas tentang tujuan Anda. Visi ini membantu arah gerakan Anda. Visi yang tidak jelas, seperti tujuan yang tidak jelas. Kenapa hari saya ngantor? Kenapa saya mengerjakan ini? Orang seringkali pergi ke kantor tanpa tahu tujuannya. Atau melamun tidak jelas. Atau berdiri di suatu tempat, dan terbengong, bingung kenapa dia berdiri disitu saat itu. Atau tidak peduli sama sekali. Tujuan yang jelas, seperti gambar yang terlihat apik detailnya. Kesanalah tujuan. Kesanalah bayang-bayang itu menuntun. Pastikan apa yang Anda lakukan berada di satu garis lurus antara Anda dengan tujuan.
  3. Kerjakan satu hal dalam satu waktu. Kecilkan bidikan Anda. Seorang pemanah tidak mungkin melemparkan 20 anak panah dan 20 bidikan dalam satu waktu. Sebilah pisau, lebih tajam daripada sendok, karena pisau memusatkan energinya pada bidang yang lebih kecil (bidang yang paling tajam, yang digunakan untuk mengiris).

Point di atas, diambil dari buku simple-ology karangan Mark Joyner. Buku seharga 10 ribu di tumpukan buku nggak laku di salah satu ritel buku terkenal.