Baratisme

Setelah hampir setahun di negeri \”barat\” ngeliat sendiri bagaimana masa depan menurut \”barat\” itu. Yang menjadi arus utama, adalah kapitalisme (di sisi ekonomi) dan hedonisme (di sisi budaya). Dari sisi politik, machiavellisme? Ya, itu gambar besar yang aku tangkap. Semuanya tidak berdiri sendiri, tapi membentuk peradaban. Peradaban yang timpang (kebetulan tahu angka-angka, dan TIMPANG bener-bener) serta menuju ketidak pastian. Titik nadir yang buram.

Sialnya, banyak masyarakat kita (Indonesia, timur) menganggap bahwa inilah masa depan. Semuanya bergerak menuju ke sana. Di hormat itu Kapitalisme, hedonisme, machiavellisme. Padahal, menurutku pribadi, negara kita kaya akan konsepsi peradaban. Kaya budaya. Kaya raya. Punya potensi untuk menjadi trendsetter. Bergerak menuju ke arah yang dimiliki sendiri, dan kontekstual. Tidak harus membarat. Tidak harus kapitalis. Tidak harus hedonis. Tidak harus machiavellis. Sekali lagi bertanya pada diri, lalu apa bentuknya? Sosialis? Komunis?. Ideologi tanpa ideologi? belum tahu. yang jelas, arah pemikiran kesitu harus dikondisikan. Satu-satunya cara adalah pencerdasan masal. Pendidikan harus murah. Buku-buku harus tersebar. Empowering. Lalu dialog memunculkan pertanyaan baru. Apakah pemerintah ingin rakyatnya berdaya? pintar? ataukah ingin rakyatnya bodoh sehingga gampang disetir, bisa diperintah. Kekuasaan langeng. Liat aja ye?

Kembali tentang kapitalisme dan hedonisme, inget buku lama terbitan mizan, karangan Yasraf Amir Pilliang. Judulnya Sebuah Dunia yang Dilipat. Itu buku bagus menurut gue. Menyoroti tentang dromologi, semua harus bergerak, dan cepat. Diam berarti mati. Juga dasar peradaban yang dibangun sekarang. Ekonomi hawa nafsu. Arah ekonomi adalah pemuasan nafsu sebanyak-banyaknya. Nafsu apa saja.

Tidur dulu. Di temani Iwan Fals..

oh matahari..masih setia..menyinari rumah kita..
tak kan berhenti2x menghangatkan hati kita
Sampai tanah ini inginkan kita kembali
Sampai luka ini mampu merobek robek hati
Tenang..tenanglah kawan..tenang2x seperti karang..
zz.zz.zzz..z

One thought on “Baratisme”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *