Hikayat 1 – Makan

“Ini tuan, saya bawakan ayam goreng lezat.. sama bumbu rendang”, ujar pragmatis muda sambil menyorongkan bungkusannya.

“Bagiku cukup nasi putih, sambal dan tahu goreng”.

“Tuan, ini makanan lezat.. sekali-kalilah nikmatin hidup”.

“Semua makanan begitu masuk kerongkongan sama saja. Hidupku sudah nikmat untuk akhirat..”

“Tapi tuan, Tuhan menciptakan lidah untuk menikmati kelezatan-kelezatan ini. Ia bisa mengajari kita bersyukur..”

“Lidah hanya untuk membedakan makanan yang berbahaya dan yang bermanfaat bagi tubuh. Nikmatilah kelezatanmu, niscaya dunia memabukkanmu. Kamu akan gentar saat Izrail menjemputmu, karena cintamu pada makanan lezatmu”

“Ah tuan berlebihan. Saya bisa menikmati makanan ini”, pragmatis muda berhenti sejenak, sambil mengunyah ayam goreng lezatnya. Lalu ia melanjutkan.
“Saya bisa bersyukur. Dunia tidak akan melenakan saya”.

“Ia akan menipumu pelan-pelan”, filosof tua menukas dengan cepat.
“Kamu carilah pembenaranmu. Perut kenyang, dan makanan lezat akan menambatkanmu terhadap dunia. Tentu tidak sekejap. Ia akan menghanyutkanmu pelan-pelan. Hingga suatu saat kamu lupa akhiratmu. Jika umurku panjang, mungkin kita ketemu dalam suasana yang berbeda. Aku tetap memilih nasi, tahu dan sambal ini. Agar hatiku tetap berjarak terhadap dunia. Agar aku ingat akhiratku. Agar aku bisa mendekat Tuhanku lebih mudah”.

“Baiklah tuan. Biarlah saya santap sendiri makanan ini. Saya tadinya membawakan untuk tuan, barangkali suka. Mungkin pembenaran, mungkin suatu saat akan menyesatkan. Tapi saya ambil resiko itu. Saya ingin dunia dan akhirat. Saya ingin mendekati Tuhan dengan penuh syukur atas anugrah kelezatan makanan ini..”

Drupal 6 ke Drupal 7

Beberapa catatan singkat dari Drupal 6 ke Drupal 7:

  1. File attachment dihilangkan. Sebagai gantinya, CCK masuk ke dalam core (harusnya Drupal melakukan ini sejak lama), dan file field type sudah ada di dalamnya. Jadi diganti dengan itu. Jika ingin menambahkan lebih dari satu attachment, bisa diset di jumlah maksimal filenya (maksimal ada 10). Uniknya, tidak seperti di Drupal 6 yang jika diisi lebih dari satu, semua field tampil berjejer (misalnya field type image, maksimal 3, maka di form entrian akan muncul 3 field langsung), tapi seperti upload module yang bisa menambahkan setelah file sebelumnya terupload.
  2. Password tidak lagi menggunakan md5. Jadi kalau lupa password, tidak bisa diganti langsung via md5 di MySQL, melainkan harus digenerate ulang hashnya. Cara membuat ulang passwordnya dengan program ‘password-hash.sh’ yang ada di folder script di instalasi Drupal 7 Anda.

    <drupal_instal_dir>/scripts/password-hash.sh 'password-baru' <drupal_instal_dir>

  3. Koneksi dari taxonomy ke content type, tidak diset dari taxonomy, melainkan disambungkan lewat CCK, dengan penambahan field bertipe ‘Term Reference’

Update 9 Maret 2012

  1. Untuk menampilkan form registrasi pada node, jika diDrupal 6 cukup dengan memanggil:

    print drupal_get_form('user_register')
    maka di Drupal 7, dipanggil dengan

    print drupal_render(drupal_get_form('user_register_form'))

     

  2. Pada template region, Drupal 6 langsung memanggil variabel nama region, dan langsung mencetaknya di layar. Misalnya untuk region $sidebarleft, di Drupal 6 cukup diprint $sidebarleft

    sedangkan Di Drupal 7, dipanggil dengan

    render($page['sidebar_first'])

    Untuk penamaan variabel ini bisa melihat template-template yang ada (Bartik sebagai template baku)

Begitu dulu catatan singkatnya. Jika ketemu yang lain akan saya update posting ini.

Simpelologi

Ilmu simpelologi sebetulnya mudah saja. Cuma tidak banyak orang yang benar-benar sadar, atau melakukan hal ini:

  1. Antara titik Anda berdiri dan Titik tujuan Anda, hanya ada satu garis lurus. Setiap percabangan adalah sia-sia. Jadi tetapkan tujuan Anda, dan lakukan hingga selesai. Saat gelas di depan meja Anda, dan Anda minum, ada banyak cara. Memerintahkan orang untuk mengambilnya. Meneriaki minuman itu agar loncat ke tenggorokan Anda. Memberikan dia motivasi agar mau dengan sukarela masuk ke mulut Anda. Atau Anda berdiri dan meminumnya.
  2. Buat visi yang jelas tentang tujuan Anda. Visi ini membantu arah gerakan Anda. Visi yang tidak jelas, seperti tujuan yang tidak jelas. Kenapa hari saya ngantor? Kenapa saya mengerjakan ini? Orang seringkali pergi ke kantor tanpa tahu tujuannya. Atau melamun tidak jelas. Atau berdiri di suatu tempat, dan terbengong, bingung kenapa dia berdiri disitu saat itu. Atau tidak peduli sama sekali. Tujuan yang jelas, seperti gambar yang terlihat apik detailnya. Kesanalah tujuan. Kesanalah bayang-bayang itu menuntun. Pastikan apa yang Anda lakukan berada di satu garis lurus antara Anda dengan tujuan.
  3. Kerjakan satu hal dalam satu waktu. Kecilkan bidikan Anda. Seorang pemanah tidak mungkin melemparkan 20 anak panah dan 20 bidikan dalam satu waktu. Sebilah pisau, lebih tajam daripada sendok, karena pisau memusatkan energinya pada bidang yang lebih kecil (bidang yang paling tajam, yang digunakan untuk mengiris).

Point di atas, diambil dari buku simple-ology karangan Mark Joyner. Buku seharga 10 ribu di tumpukan buku nggak laku di salah satu ritel buku terkenal.

The work you do while you procrastinate is probably the work you should be doing for the rest of your life. – Jessica Hische

I have always found idea development to be a wrenching and often meandering process that is guided mostly by instinct – Chris Dixon

Mematikan Auto Update Ubuntu/Debian

Beberapa kali mencari cara mematikan auto update aplikasi di ubuntu. Ternyata ada di /etc/apt/apt.conf.d/10periodic

Pastikan berisi sebagai berikut:


APT::Periodic::Update-Package-Lists "0";
APT::Periodic::Download-Upgradeable-Packages "0";
APT::Periodic::AutocleanInterval "0";
APT::Periodic::Unattended-Upgrade "0";

Google, Diktator Internet

Membaca posting ini, adalah sebuah kasus klasik tentang black hat SEO di mana pemilik website mengakali mesin pencari Google untuk mendapat trafik yang besar. Namun hal ini menyadarkan satu hal, bahwa dominasi Google di dunia Internet sudah sangat menggurita. Mungkin saat ini mereka masih memiliki niat baik, namun siapa yang menjamin suatu saat mereka mengubah pikirannya? Dan menjadi satu-satunya penguasa di Internet? Toh mereka sudah punya segalanya, dan bisa mengubah pikirannya kapan saja.

Saya mengandalkan banyak aplikasi di Google dalam beraktivitas. Tidak bisa dipungkiri, produk mereka banyak sekali dan rata-rata bagus. Mereka juga memiliki sistem dan ekosistem di mana ide-ide dapat tumbuh dan memperoleh validasi dari pasar. Namun dengan melihat perkembangannya seperti saat ini, perlu mulai dipertimbangkan untuk pelan-pelan tidak tergantung dengan Google. Adakah yang menyadari hal ini? Banyaklah pastinya. Bahkan karyawan Google sendiri juga menyediakan Data Liberation jika suatu saat kita ingin keluar dari kungkungan mereka.

Startup Death Clock

Program lucu ini dibuat untuk mengetahui kapan kita akan kehabisan uang saat mulai sebuah startup. Perlu punya untuk motivasi.

Startup Death Clock

Program ini saya dapat dari daftar program-program yang bermanfaat untuk startup.

5 Program Terbaik untuk Startup

Program-program berikut ini banyak jalan di Amerika. Namun di webnya, ada banyak resource yang bisa membantu kita untuk paling tidak merasakan beat, dan tentu banyak studi kasus yang bisa dipelajari. Selain itu juga bisa dijadikan studi kasus jika ingin melakukan program serupa di Indonesia.

  1. YCombinator
    Tidak ada program khusus di sini, dan semua berpusat di Silicon Valley. Para peserta diharapkan tinggal di Bay Area, selama tiga-empat bulan. Di masa itu akan diadakan kegiatan makan malam bersama mengundang pembicara terbaik. Lalu di jam kerja akan didampingi para punggawa dari YCombinator, termasuk pendirinya Paul Graham.  Setelah pertengahan bulan akan diadakan Angel Day, hari dimana akan diundang para investor. Di sini para peserta dapat melakukan pitch terhadap ide-ide mereka. Di akhir kegiatan akan diadakan Demo Day dari seluruh peserta. Mereka juga punya ikatan alumni YCombinator untuk saling membantu satu sama lain.
  2. Techstar
    Lokasinya hanya 4 yakni Boston, Boulder, New York dan Seattle. Di program ini banyak benefit yang ditawarkan, menurut situsnya mencapai $266,088 termasuk hosting selama setahun bagi aplikasi yang dibuat dan beberapa benefit lainnya.
  3. Founder Institute
    Program ini sudah internasional, bahkan di Jakarta akan dimulai sekitar akhir Oktober 2011. Peserta akan mengikuti program selama 4 bulan, saling berdiskusi satu sama lain dipandu oleh mentor-mentor berpengalaman. Materi yang diberikan kebanyakan merupakan studi kasus mentornya. Ada sistem DO, dengan tingkat penerimaan cuma 10% dari total pendaftar. Di akhir kegiatan, setiap alumni diharapkan sudah membentuk startup sendiri.
  4. Seedcamp
    Program ini ditujukan untuk ide-ide yang sudah berbentuk. Mereka mensyaratkan sudah berupa alpha atau beta version. Produk akan diajukan secara online, dan jika disetujui akan diundang ke mini session camp selama sehari. Setelah itu program-program yang terpilih akan di danai sebesar 50,000 euro untuk 10% saham. Pada program yang dibiayai mereka menyediakan program lanjutan jangka panjang.
  5. Dreamitventures
    Mirip dengan program lainnya, cuma di sini mentoring bersifat 1-1, oleh seseorang yang sudah pernah menjalaninya.

Sumber dari HumbledMBA

Memasarkan Produk adalah Membentuk Suku

Presentasi menarik dari Seth Godin, tentang perubahan (shift) dari pemasaran, yang semula mencari pengguna (targeting), kemudian mempengaruhi mereka untuk menggunakan produk kita. Menurut Seth, Internet telah merubah cara bisnis ini, di bidang apapun. Kita tidak lagi memburu pengguna, tapi mengasosiasikan produk kita dengan sekelompok orang (suku/komunitas), dan mendorong mereka untuk tersambung dengan komunitasnya. Pertanyaan yang patut diajukan:

  1. Siapa yang akan saya jangkau?
  2. Apakah mereka akan membicarakan hal yang saya bawa kepada sukunya?
  3. Apakah saya memperoleh ijin untuk terus berbicara dengan mereka?

Video lengkapnya silakan disimak:

Jika kesulitan mendengarkan bicaranya, transkrip ‘Are you Linchpin’ nya juga bisa dibaca di sini (dan bisa menggunakan Google Translate jika masih kesulitan memahami)