The work you do while you procrastinate is probably the work you should be doing for the rest of your life. – Jessica Hische

I have always found idea development to be a wrenching and often meandering process that is guided mostly by instinct – Chris Dixon

Mematikan Auto Update Ubuntu/Debian

Beberapa kali mencari cara mematikan auto update aplikasi di ubuntu. Ternyata ada di /etc/apt/apt.conf.d/10periodic

Pastikan berisi sebagai berikut:


APT::Periodic::Update-Package-Lists "0";
APT::Periodic::Download-Upgradeable-Packages "0";
APT::Periodic::AutocleanInterval "0";
APT::Periodic::Unattended-Upgrade "0";

Google, Diktator Internet

Membaca posting ini, adalah sebuah kasus klasik tentang black hat SEO di mana pemilik website mengakali mesin pencari Google untuk mendapat trafik yang besar. Namun hal ini menyadarkan satu hal, bahwa dominasi Google di dunia Internet sudah sangat menggurita. Mungkin saat ini mereka masih memiliki niat baik, namun siapa yang menjamin suatu saat mereka mengubah pikirannya? Dan menjadi satu-satunya penguasa di Internet? Toh mereka sudah punya segalanya, dan bisa mengubah pikirannya kapan saja.

Saya mengandalkan banyak aplikasi di Google dalam beraktivitas. Tidak bisa dipungkiri, produk mereka banyak sekali dan rata-rata bagus. Mereka juga memiliki sistem dan ekosistem di mana ide-ide dapat tumbuh dan memperoleh validasi dari pasar. Namun dengan melihat perkembangannya seperti saat ini, perlu mulai dipertimbangkan untuk pelan-pelan tidak tergantung dengan Google. Adakah yang menyadari hal ini? Banyaklah pastinya. Bahkan karyawan Google sendiri juga menyediakan link jika suatu saat kita ingin keluar dari kungkungan mereka. Arrghh linknya saya lupa.

Startup Death Clock

Program lucu ini dibuat untuk mengetahui kapan kita akan kehabisan uang saat mulai sebuah startup. Perlu punya untuk motivasi.

Startup Death Clock

Program ini saya dapat dari daftar program-program yang bermanfaat untuk startup.

5 Program Terbaik untuk Startup

Program-program berikut ini banyak jalan di Amerika. Namun di webnya, ada banyak resource yang bisa membantu kita untuk paling tidak merasakan beat, dan tentu banyak studi kasus yang bisa dipelajari. Selain itu juga bisa dijadikan studi kasus jika ingin melakukan program serupa di Indonesia.

  1. YCombinator
    Tidak ada program khusus di sini, dan semua berpusat di Silicon Valley. Para peserta diharapkan tinggal di Bay Area, selama tiga-empat bulan. Di masa itu akan diadakan kegiatan makan malam bersama mengundang pembicara terbaik. Lalu di jam kerja akan didampingi para punggawa dari YCombinator, termasuk pendirinya Paul Graham.  Setelah pertengahan bulan akan diadakan Angel Day, hari dimana akan diundang para investor. Di sini para peserta dapat melakukan pitch terhadap ide-ide mereka. Di akhir kegiatan akan diadakan Demo Day dari seluruh peserta. Mereka juga punya ikatan alumni YCombinator untuk saling membantu satu sama lain.
  2. Techstar
    Lokasinya hanya 4 yakni Boston, Boulder, New York dan Seattle. Di program ini banyak benefit yang ditawarkan, menurut situsnya mencapai $266,088 termasuk hosting selama setahun bagi aplikasi yang dibuat dan beberapa benefit lainnya.
  3. Founder Institute
    Program ini sudah internasional, bahkan di Jakarta akan dimulai sekitar akhir Oktober 2011. Peserta akan mengikuti program selama 4 bulan, saling berdiskusi satu sama lain dipandu oleh mentor-mentor berpengalaman. Materi yang diberikan kebanyakan merupakan studi kasus mentornya. Ada sistem DO, dengan tingkat penerimaan cuma 10% dari total pendaftar. Di akhir kegiatan, setiap alumni diharapkan sudah membentuk startup sendiri.
  4. Seedcamp
    Program ini ditujukan untuk ide-ide yang sudah berbentuk. Mereka mensyaratkan sudah berupa alpha atau beta version. Produk akan diajukan secara online, dan jika disetujui akan diundang ke mini session camp selama sehari. Setelah itu program-program yang terpilih akan di danai sebesar 50,000 euro untuk 10% saham. Pada program yang dibiayai mereka menyediakan program lanjutan jangka panjang.
  5. Dreamitventures
    Mirip dengan program lainnya, cuma di sini mentoring bersifat 1-1, oleh seseorang yang sudah pernah menjalaninya.

Sumber dari HumbledMBA

Memasarkan Produk adalah Membentuk Suku

Presentasi menarik dari Seth Godin, tentang perubahan (shift) dari pemasaran, yang semula mencari pengguna (targeting), kemudian mempengaruhi mereka untuk menggunakan produk kita. Menurut Seth, Internet telah merubah cara bisnis ini, di bidang apapun. Kita tidak lagi memburu pengguna, tapi mengasosiasikan produk kita dengan sekelompok orang (suku/komunitas), dan mendorong mereka untuk tersambung dengan komunitasnya. Pertanyaan yang patut diajukan:

  1. Siapa yang akan saya jangkau?
  2. Apakah mereka akan membicarakan hal yang saya bawa kepada sukunya?
  3. Apakah saya memperoleh ijin untuk terus berbicara dengan mereka?

Video lengkapnya silakan disimak:

Jika kesulitan mendengarkan bicaranya, transkrip ‘Are you Linchpin’ nya juga bisa dibaca di sini (dan bisa menggunakan Google Translate jika masih kesulitan memahami)

Bisnis Barang Virtual

left Ternyata bisnis barang virtual itu uangnya besar banget. Banyak gamer yang memperjualbelikan barang-barang yang tidak ada wujudnya, hanya berupa bit di dalam komputer. Barang itu bisa berupa senjata, rumah, karakter dan sebagainya. Bisnis yang menarik? Mari belajar dari Zynga, pemain social network game yang paling besar.

Konon, kalau di kalangan warnet, ada dua game yang paling banyak dimainkan, dan banyak diperjualbelikan barangnya, yakni Point Blank dan Ayo Dance. Ponakan waktu itu pernah curhat, kalau karakter yang dia punya di point blank sudah mau ditawar satu juta, karena pangkatnya tinggi dan senjatanya banyak.

Tertarik untuk mulai?

Berjuang untuk Pasrah

katanya hidup ini hanya permainan,
tapi kenapa terbawa ritme
hingga tak mampu menguasai diri

menguasai
apa arti menguasai
apakah aku menggenggam nasibku?
apakah aku bisa memilih dari rahim mana aku harus lahir?
apa aku bisa memilih untuk bisa merasa terhadap sesuatu
dan tidak merasa terhadap sesuatu?

Semua semu
resistance is futile
pada akhirnya
puncak perjuangan
adalah
saat bisa pasrah sempurna

Menghitung Nilai di Jejaring Sosial

Dalam dunia social network, nilai seseorang diukur berdasarkan reputasinya. Ambil contoh mudah dari program Burger King, Whopper sacrifice, di mana setiap memutuskan sepuluh orang teman dari facebook, akan dihargai dengan satu buah whooper, seharga 2,4 dollar atau sekitar 20 ribu rupiah. Jadi jika Anda memiliki teman di facebook sebanyak 500, maka nilai reputasi Anda di facebook adalah Rp. 10,000,000,- Hitung sendiri nilai Anda! ;-)